“Apapun alasan, mau disebutkan alasannya hanya untuk mengenalkan keluarga kecil dan bukan dapil Banjar tetapi bagi kami sudah melanggar tentang netralitas ASN. Jadi kami agak meragukan tentang netralitas ASN. Jangan sampai kejadian di tahun 2019 itu terulang kembali. Banyak ASN terjerat pelanggaran kode etik netralitas ASN,” kata Muhamad Nugia Alamsyah.
Sementara itu, Pj Wali Kota Banjar Ida Wahida Hidayati dalam silaturahmi dengan sejumlah awak media di kantor Diskominfo Kota Banjar membantah jika dia mengampanyekan anaknya sebagai caleg. Lantaran Kota Banjar bukan dapil anaknya ikut kontestasi politik.
“Kalau anak saya caleg di Banjar, saya akan menolak menjadi Pj. Karena itu saya tidak ada keberpihakan, saya murni hanya memperkenalkan keluarga kecil saya. Jadi hargai kejujuran saya untuk mengenalkan keluarga saya kepada masyarakat,” kata Ida Wahida Hidayati.
Baca Juga:Langgar Aturan, Alat Peraga Kampanye di Kota Bogor Akhirnya Dicopot Paksa PetugasLahan Baru TPU di Kota Cimahi, Buntut Nihil Ruang Kosong
Meski ia menyebutkan nama salah satu partai dalam acara serah terima jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota tersebut, ia mengaku tetap netral sebagai seorang ASN.
