Ketiga Kalinya Spotify PHK Karyawannya, 1.500 Orang Terancam?

JABAR EKSPRES – CEO Spotify, Daniel Ek memaparkan bahwa Spotify berencana melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada 17 persen karyawannya. Hal tersebut dilakukan platform musik terbesar di dunia ini untuk mengurangi biaya.

Melansir dari ANTARA bahwa perkiraan sebanyak 1.500 orang akan di PHK oleh Spotify. Perhitungan tersebut telah dilakukan The Verge dengan meninjau jumlah karyawan Spotify yang tercatat sebanyak 9.241.

Baca juga: Walau Dikepung Erupsi Gunung Marapi, MAN 2 Kota Padang Panjang Masih Belajar Normal

Ek menyebutkan dalam memo yang diberikan kepada setiap karyawannya bahwa keputusan ini mengingat akan pertumbuhan ekonomi yang melambat. Namun, biaya terus meningkat.

“Hari ini, kita masih memiliki terlalu banyak orang yang ditugaskan untuk mendukung pekerjaan dan bahkan melakukan pekerjaan di sekitar pekerjaan daripada berkontribusi pada peluang dengan dampak nyata,” ungkap Ek.

“Saat kita tumbuh, kita telah terlalu jauh meninggalkan prinsip dasar ketangkasan ini,” sambungnya.

Tercatat PHK kali ini merupakan ketiga kalinya, PHK pertama terjadi pada 6 persen stafnya atau sebanyak 600 karyawan.

Kemudian, pemangkasan karyawan gelombang kedua, terjadi pada 200 orang tambahan dari divisi podcast-nya.

Selain itu, Spotify juga akan menerapkan kebijakan untuk menaikkan harga paket langganannya, termasuk wilayah Amerika Serikat.

Baca juga: Jumlah Petani Milenial Jabar Kalah dari Jatim dan Jateng

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan