Dengan tekad kuat, Tular Nalar bersama para mitra berfokus pada penguatan literasi digital dengan metode prebunking, mengajak peserta program untuk mengindera hoaks sebelum menyebar. Upaya yang telah dilakukan oleh Tular Nalar-Mafindo dengan dukungan dari para mitra strategis dan dukungan penuh dari Google.org, adalah kelas-kelas Sekolah Kebangsaan untuk pemilih pemula dan Akademi DIgital Lansia untuk pre-lansia dan lansia, yang kini menargetkan 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Pada pemilu 2024, menurut Santi, jumlah pemilih pemula atau Gen Z, diprediksi mencapai 50 persen dari total pemilih di seluruh Indonesia.
“Tujuan kita sebenarnya, semacam ajang informasi untuk pertemuan Tular Nalar dengan media yang ada di Jabar, sebagai salah kantung pemilih pemula paling banyak di Indonesia,” ujar Santi.
Baca Juga:Slot Final DBL 2023 West Java Series Milik Penabur CirebonIsu Penutupan TPA Sarimukti, Warga Bandung Harus Legowo Jika Penarikan Sampah Tertunda
Melalui pelatihan dan talk show literasi digital, pihaknya ingin memberi edukasi bagi kelompok Gen Z dan lansia. Sebab, dua kelompok itu merupakan yang paling rentan pada saat Pemilu.
“Kebetulan dalam konteks politik yang rentan itu adalah pemilih pemula dan lansia,” katanya.
Menurutnya, pada masa pemilu ini akan banyak sekali informasi yang bertebaran diberbagai platform media sosial. Namun, tidak semua informasi itu fakta. Sehingga literasi digital sangat penting diberikan untuk kelompok-kelompok rentan.
“Sangat penting, karena ada empat hal tadi yang menjadi kor-nya Tular Nalar. Pertama adalah periksa fakta, kemudian konsultasikan pada sumber yang benar, mampu menavigasi informasi sehingga bisa memilih informasi yang penting bagi dirinya, terakhir adalah resiliansi informasi,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Khemal Andhas dari NXG, mewakili Gen X dan Y (Millennials), menggarisbawahi kecenderungan “keberpihakan” menjadi ciri generasinya, dimana label A dan B amat mempengaruhi hubungan antarpersonal. B Ketika ada yang tidak memilih A, maka dicap bahwa yang bersangkutan pasti kaum yang B. Hal ini cukup mengganggu dan terjadi tidak hanya di ranah digital namun juga saat tatap-muka.
