Jabar Ekspres – Kasus penyebaran Demam Berdarah Dengue atau DBD yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, samapai saat ini masih menjadi perhatian khusus bagi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Dinkes Jabar).
Pasalnya menurut Kepala Dinkes Jabar Vini Adiani Dewi, penyebaran DBD akan mengalami peningkatkan terlebih dengan masuknya musim pancaroba seperti saat ini yang tengah terjadi di seluruh wilayah Jawa Barat.
“Karena DBD itu penyakit sepanjang tahun dan akan meningkat ketika hujannya tidak terus terusan (tidak merata). Karena kalau terus terusan (hujannya), air itu akan mengalir terus,” ucapnya
Baca Juga:Mendapat Nomor Urut 2 Dalam Pilpres 2024, Ini Komentar GibranTekankan Sinergitas, Aparat Gabungan di Kota Bogor Siap Amankan Pemilu 2024 dan Antisipasi Bencana
Maka sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi peningkatan Vini menuturkan bahwa pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh Dinkes di 27 kabupaten kota untuk segera meningkatkan kewaspadaannya terhadap penyebaran kasus DBD.
“Jadi kami sudah sampaikan ke kota kabupaten bahwa biasanya di bulan Agustus, September, Oktober rawan DBD. Sehingga kita melakukan upaya pencegahan. Kalau November Desember Januari kan hujan sudah mulai lagi, sehingga potensinya (penularan) menurun,” pungkasnya
Sedangkan untuk kasus terendah, Dinkes Jabar mencatat bahwa terjadi di Kota Banjar yang hanya sebanyak 32 kasus yang ditemukan dengan angka kematian 1 orang. (San).
