JABAR EKSPRES – Bahasa Indonesia tengah menghadapi gempuran bahasa asing. Martabatnya kian tergeser di tanah sendiri. Bahkan ironisnya, instansi pemerintah jadi investor terbesar kerusakan Bahasa Indonesia.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Prof. E Aminudin Aziz, Senin (6/11). “Investor kerusakan terbesar Bahasa Indonesia adalah Instansi Pemerintah,” cetusnya dalam Gelar Wicara dan Anugerah Kawistara 2023 oleh Balai Bahasa Jawa Barat itu.
Semestinya instansi pemerintah bisa menertibkan sendiri terkait penggunaan bahasa itu. “Pemerintah ada yang suka gunakan bahasa asing, padahal ada padanannya di Bahasa Indonesia,” cetusnya.
Baca Juga:Israel Berencana Hancurkan Gaza untuk Proyek Kanal Ben Gurion?Masuk Peralihan Musim, Pemkab Bandung Ingatkan Warga Waspada Cuaca Ekstrem
“Kami sebagai Badan Bahasa mengajak semua elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga martabat Bahasa Indonesia. Sejarah mencatat pada Sumpah Pemuda, Bahasa Indonesia dijunjung sebagai Bahasa Persatuan,” pungkasnya. (son)
