Pendampingan DP3P2KB pada Keluarga Beresiko Stunting Kota Cimahi

Pendampingan DP3P2KB pada Keluarga Beresiko Stunting Kota Cimahi
Ilustrasi Penanganan Stunting pada Balita (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRESKota Cimahi terus gencar mempercepat upaya mengurangi kasus stunting, bertujuan memastikan tumbuh kembang generasi yang tangguh dan sehat bagi masa depan.

Pendampingan pada calon orang tua, dilakukan oleh DP3P2KB Kota Cimahi dengan tim pendamping keluarga. Sebanyak 438 tim yang terdiri dari 3 orang dalam satu tim.

Menurut Kepala Dinas DP3P2KB, Fitriani Manan mengatakan pihaknya memiliki tim pendamping keluarga untuk penanganan stunting pada masyarakat.

Baca Juga:Pengemis Pura-pura Buta, Dinsos Sebut Jarang Temukan Kasus Seperti ItuPKBSI Puji Konsistensi Program Konservasi Satwa Taman Safari Bogor

“Lingkungan dan perilaku memegang peranan yang besar, termasuk perilaku misalnya pola asuh orang tua. Tidak hanya orang miskin yang bisa stunting, orang yang berpenghasilan besar pun berpotensi terkena stunting. Jadi pola asuh orang tua yang seadanya bisa berpotensi stunting pada anak,” terangnya.

Pola asuh orang tua memiliki peran besar, terutama membentuk pola pikir orang tua dalam merawat anak. Menurut Fitriani, pihaknya telah melakukan sosialisasi pada setiap calon orang tua.

“Kita itu ada yang namanya internalisasi 1000 hari pertama kehidupan. Karena kita anggap, itu adalah golden periode untuk melakukan intervensi dari mulai ibu hamil supaya terpantau minimal memeriksa kehamilan 6x, salah satunya oleh dokter ahli. Kemudian perhatian pada asupan gizi pada anak supaya pertumbuhan otak dan fisik maksimal,” kata Fitriani.

0 Komentar