JABAR EKSPRES – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKop UKM) Teten Masduki menghadiri peresmian gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Bandung, Senin 23 Oktober 2023.
Dalam peresmian ini Teten di dampingi oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna dan juga Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin.
Dalam pantauan di lapangan, Teten datang sekitar pukul 09.50 WIB dan langsung disambut dengan tarian dan berjalan menuju tempat peresmian gedung tersebut.
Baca Juga:2 Hari Lagi Berakhir, Kapan Prabowo-Gibran Daftar ke KPU?Kebakaran TPA Cikundul Kota Sukabumi, ini Dugaan Penyebabnya
Sebelum melakukan peresmian, Teten pun sempat menaiki panggung dan berpidato dan mengatakan saat ini pemerintah telah mencanangkan program hilirisasi UMKM.
Dan juga mendorong agar UMKM yang ada di kota atau kabupaten untuk menjadi rantai utama pemasok ke sektor Industri.
“Harus ada hilirisasi, pemerintah sudah menginstruksikan, jangan sampai bahan produksi itu diekspor dari luar negeri, kemarin kita sudah coba tutup TikTok Shop yang sering menjual barang mentah,” ujar Teten saat pidato peresmian Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Soreang, Kabupaten Bandung, Senin 23 Oktober 2023.
Teten menjelaskan, menurutnya saat ini mindset para penggiat UMKM harus diubah, jangan hanya mengacu pada produk-produk kecil dan identitas daerah.
Namun, harus bisa melahirkan ide-ide yang menarik dan berpikir besar khususnya bisa membangun lapangan pekerjaan.
“Ya jangan hanya bikin keripik, seblak dan lain lain. Kan kasihan juga kalau UMKM yang sudah ada. Seharusnya UMKM ini harus sudah bisa membangun sebuah lapangan pekerjaan yang besar,” katanya.
Teten mengungkap, seharusnya para penggiat UMKM ini jangan terus melakukan produksi barang yang kecil sehingga program yang saat ini dicanangkan oleh pemerintah terkait hilirisasi UMKM seperti autopilot.
Baca Juga:Para Santri di Sumedang Imbau Israel Berhenti Bombardir PalestinaSatu Bulan Pencarian DPO Kasus Pembunuhan di Tansa Bogor Masih Nihil, Pelaku Masih Bebas Berkeliaran
“Misal di 100 rumah terus ada 25 warung, lalu siapa yang belanja. Seharusnya UMKM itu jangan dibiarkan tanpa ‘pilot’, jadi harus ditelurkan, dierami kemudian ditetaskan,” tuturnya.
