Tingkat Literasi di Jawa Barat Masih Butuh Perhatian

JABAR EKSPRES – Kondisi tingkat literasi di Jawa Barat masih butuh perhatian. Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat Herawati mengungkapkan bahwa 18 Kabupaten dan 3 Kota di Jabar kondisinya masih di level 1.

Hal itu diungkapkan Herawati selepas Sosialisasi Program dan Kegiatan Balai Bahasa Provinsi Jabar kepada Pemangku Kepentingan, Rabu (18/10). “Di Jabar meski tidak dalam posisi rendah tapi masih banyak anak-anak yang tingkat literasinya rendah,” katanya kepada Jabar Ekspres.

Herawati melanjutkan, data hasil asesmen yang dilakukan pemerintah pusat menunjukkan bahwa masih banyak sekolah dasar (SD) di Jabar yang hasil asesmennya ada di level satu. “Dari 27 Kota Kabupaten, ada di 18 kabupaten dan 3 kota yang masih level 1,” sambungnya.

BACA JUGA: Sebanyak 95 Juta Pekerjaan Terancam Hilang karena Perkembangan Teknologi, Ini Adaptasi SMK Vokasi

Herawati menguraikan, beberapa kota kabupaten yang dimaksud adalah Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Bekasi, Bogor, Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Pangandaran, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Sumedang, Kota Banjar, Bekasi, Cirebon. Kondisi itu tentunya patut menjadi perhatian bersama.

Di sisi lain, jika berdasarkan data indeks literasi digital pada 2022, Jabar tidak masuk lima besar teratas. Tetapi Jabar ada di posisi ke 7 dengan skor 3,60.

Menurut Herawati, Balai Bahasa sendiri juga turut berperan untuk meningkatkan literasi tersebut. Salah satunya mendistribusikan buku bacaan bermutu ke Kabupaten Kota tersebut. “Ada 5 juta eksemplar buku sudah kami distribusikan pada 2022,” terangnya.

BACA JUGA: Kurikulum Merdeka: SMAN 1 Cimahi Dorong Pembentukan Karakter dan Kreativitas Siswa

Namun demikian, upaya peningkatan literasi di masyarakat memerlukan peran serta berbagai pihak. Mulai dari tingkat pemerintah daerah hingga berbagai kelompok masyarakat.

Penguatan literasi memang menjadi salah satu peran yang dilakukan Balai Bahasa. Di samping itu, Balai Bahasa Jabar juga memiliki program prioritas lain. Yakni, pelindungan bahasa dan sastra, serta internasionalisasi Bahasa Indonesia.

Program pelindungan bahasa dan sastra diwujudkan melalui beberapa langkah seperti revitalisasi bahasa daerah. Kemudian gerakan sastrawan bahasa daerah menulis, hingga pemberdayaan pegiat bahasa dan sastra daerah. (son)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan