Polemik Lahan SDN Cikalang Digugat Ahli Waris Terus Berlanjut, Camat Cileunyi Bandung Ambil Tindakan

Dua siswa SDN Cikalang di wilayah Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung saat beraktivitas. Lahan sekolah tersebut saat ini tengah digugat oleh ahli waris. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
Dua siswa SDN Cikalang di wilayah Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung saat beraktivitas. Lahan sekolah tersebut saat ini tengah digugat oleh ahli waris. (Foto: Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES, KAB BANDUNG – Polemik sebidang tanah yang telah berdiri bangunan sarana pendidikan di wilayah Kampung Cikalang, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat menuai banyak sorotan.

Pasalnya, gugatan atau klaim lahan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cikalang, Desa Cileunyi Kulon itu, diakui milik ahli waris alias bukan punya pemerintah.

Menurutnya, menyikapi hebohnya polemik agraria lahan SDN Cikalang, dari yang mengaku ahli waris harus ada duduk bersama dengan pihak-pihak terkait.

Baca Juga:Stok Air di Kabupaten Bandung Menipis, Dadang Supriatna: Saat Ini Terus Lakukan Upaya Berikan Air Bersih pada WargaAkibat Kekeringan dan Kemarau Panjang, Pemerintah Kabupaten Bandung Gelar Salat Istisqa

“Bagaimana pun ini harus segera dimusyawarahan, untuk diselesaikan akan tuntas dan ada kepastian,” ujar Cucu.

Dia menerangkan, walaupun situasi sekarang ini persoalan lahan SDN Cikalang belum tahu persis keberadaannya dan masih ditelaah.

Pihaknya diketahui mengklaim punya data lengkap, terkait kepemilikan tanah yang kini telah berdiri bangunan yakni SDN Cikalang.

Bukan hanya itu, pihaknya juga telah mengkonfirmasi baik kepada pihak sekolah maupun kepada dinas terkait dalam hal ini Disdik kabupaten Bandung serta Pemerintah Desa (Pemdes) Cileunyi Kulon terkait status tanah tersebut.

Dari informasi yang didapat, dikabarkan bahwa pihak ahli waris mengaku, untuk status lahan yang didugat itu, saat ini merupakan tanah carik Desa Cileunyi Kulon yang seharusnya milik perorangan, dengan pemegang kuasa dari keluarga Darga (almarhum).

0 Komentar