JABAR EKSPRES — Peristiwa konflik dua negara antara Palestina dengan Israel, kembali memanas.
hal itu tentunya, mempengaruhi terhadap kunjungan wisata religi salah satunya wisatawan dari Cirebon menuju Masjid Al-Aqsa, yang berada di Bukit Bait, Kota Al Quds.
Owner Salam Tour Travel, Dede Muharram mengaku pilihannya meniadakan paket wisata khusus ke Masjid Al-Aqsa sebab diperlukan pembuatan visa Israel secara terpisah.
Baca Juga:Meski Menang Telak atas Brunei di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Shin Tae-yong Berikan Komentar ini untuk Pemain TimnasPT Manito World Sukabumi Gulung Tikar, Ribuan Karyawan Kehilangan Pekerjaan
“Sejak presiden pertama kita, itu sudah menyuarakan kemerdekaan terhadap Palestina dan anti penjajahan, menjadikan dasar kami perjalanan ke Israel tidak dibenarkan, maka travel-travel tidak akan mendapat visa dan nempel di pasport ini yang terjadi,” katanya, Jumat, 13 Oktober 2023.
Dia mengakui jika sebelumnya, sempat menerima permintaan untuk kunjungan wisata religi ke 3 masjid istimewa tersebut, namun kini semakin menurun hingga cukup drastis hingga ditiadakan.
“Karena perjalanan yang sangat ditekankan itu ada 3, Masjidil Harram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa, 3 masjid ini yang diutamakan untuk kita kunjungi,” jelasnya.
Sementara untuk perjalanan umroh, Dede menyebut tidak ada kaitannya dengan kepentingan kunjungan wisata ke Israel.
“Setelah haji sampai Juli, Agustus kita mulai kembali di umroh, September – Oktober tidak terlalu besar atau menurun, konon bukan hanya dari Indonesia dari berbagai negara juga saya dengar merosot,” bebernya.
Dia menyebut penurunan jumlah okupansi perjalanan umroh, disebabkan oleh ekonomi dunia terdampak Covid-19.
“Keinginan atau jumlah, diantaranya memang ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja, setelah mengalami pandemi Covid-19,” ujarnya.
Baca Juga:Kenalkan PSIAP, KPP Madya Dua Bandung Gelar Taxpayer GatheringPrakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Jumat, 13 Oktober 2023
Meski demikian, Salam Tour Travel pernah mengalami lonjakan minat perjalanan umroh usai berakhirnya pandemi Covid-19.
“Memang umroh di tahun 2022 melonjak sangat tinggi, karena yang tertunda tiga tahun baik sudah terdaftar maupun pendaftar baru, tahun 2022 itu yang sangat pesat bahkan banyak yang tidak mendapat kamar hotel di Madinah,” tuturnya.
