JABAR EKSPRES – Ahli Patologi Forensik RSCM dan Dokter DNA pertama di Indonesia, Djaja Surya Atmadja memaparkan bahwa kedatangannya mengejutkan pihak yang andil dalam sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin.
Djaja mengatakan, saksi ahli yang harus dihadirkan dalam kasus tersebut adalah dirinya.
“Kedua yang lebih penting adalah ketika Mirna diperiksa dalam waktu 70 menit setelah dia meninggal. Ternyata di dalam lambungnya negatif sianida,”
Baca Juga:10 Negara dengan Restoran McD Terbanyak di Dunia, Ini Infonya!Kejagung Imbau Jangan Terbawa Opini Film “Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso”
“Kalau 70 menit dia setelah meninggal negatif sianida, itu berarti tidak ada sianida lagi di dalam tubuhnya,”
Ketika persidangan, Otto menanyakan kepada Djaja mengenai kesimpulan atas temuannya dalam kasus kopi Sianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin.
Dengan tegas, Djaja menjawab bahwa sianida bukanlah penyebab kematian Wayan Mirna Salihin.
Setelah pernyataannya tersebut, Djaja mendapatkan tepuk tangan dari masyarakat yang menghadiri persidangan tersebut.
“Makanya karena sorak-sorai ributlah segala macam,” lanjutnya.
Setelah pernyataan yang dilontarkan Djaja Surya Atmadja dan Hakim mengetok palu tanpa
“Nah itu, abis itu makanya ketok palu, sidang udah terlalu panas. disetop,” pungkasnya.
