JABAR EKSPRES – Seiring dengan meningkatnya konflik antara Israel dan Hamas, Israel telah memberlakukan blokade total terhadap Gaza, memutus pasokan air dan listrik.
Menteri Energi Israel, Israel Katz, mengeluarkan perintah untuk “segera menghentikan aliran air ke Gaza”, menurut juru bicaranya.
“Saya telah memerintahkan pengepungan total terhadap Gaza,” kata Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant setelah sesi penilaian tentara, menurut situs berita Times of Israel.
Baca Juga:Pejabat Palestina Mengutuk “Pembantaian” Israel terhadap 15 Keluarga di Gaza, Sementara Jumlah Korban Tewas Meningkat Menjadi 436 OrangIsrael Diterpa Isu Kegagalan Intelijen dalam Mengupayakan Keamanan Usai Penyerangan Hamas
Tentara Israel mengatakan bahwa mereka telah menyerang lebih dari 500 lokasi di Gaza dalam semalam, dengan target militan Hamas dan Jihad Islam.
Serangan tersebut merupakan tanggapan atas Operasi Banjir Al Aqsa, yang diluncurkan oleh Hamas pada Sabtu pagi.
Di pihak Israel, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 700 orang, dengan lebih dari 2.300 orang terluka, demikian laporan Kementerian Kesehatan Israel.
Amerika Serikat dan banyak negara Eropa telah mengutuk keras serangan-serangan yang dilakukan oleh Hamas dan Jihad Islam, dan menyatakan dukungan mereka terhadap hak Israel untuk mempertahankan diri.
