Pesan Bupati Bandung untuk Para Perokok di Musim Kemarau 2023

Pesan Bupati Bandung untuk Para Perokok di Musim Kemarau 2023
Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat diwawancarai Jabar Ekspres. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Musim kemarau 2023 tergolong lebih kering akibat fenomena El Nino, bahkan dengan durasi yang cukup panjang membuat masyarakat dihantui kekeringan.

Seperti wilayah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat yang pada musim kemarau tahun ini, menetapkan status Darurat Kekeringan.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan, karena musim kemarau masih berlangsung maka masyarakat diminta untuk melapor apabila mengalami kekeringan hingga sulit air bersih.

Baca Juga:Status Darurat PMK Belum Dicabut, Pemprov Terus Awasi Lalu Lintas Hewan TernakKabupaten Bandung Tetapkan Darurat Kekeringan, BMKG Jelaskan Faktor Kemarau Tahun Ini Lebih Kering

Periode pemberlakukan status tanggap darurat kekeringan di Kabupaten Bandung ini terhitung mulai 25 September 2023 hingga dua pekan atau 14 hari ke depan, tepatnya sampai 9 Oktober 2023.

Daerah yang paling rawan kekeringan akan dibantu suplai air untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, baik menggunakan mobil tanki maupun penyiapan toren penampung air.

Melalui informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, pihak Dinas PUTR, BPBD Kabupaten Bandung dan PDAM menjadi pihak yang siap menyediakan tangki atau toren untuk menyuplai air ke wilayah rawan kekeringan.

Adapun secara teknis, warga bisa melapor kepada pengurus RW setempat untuk ditindak lanjut ke pihak desa-kecamatan agar permohonannya dapat diteruskan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD), alias kepada dinas terkait.

Nantinya, air akan disuplai ke titik fokus masing-masing desa dan RW dimana saja yang rawan kekeringan sesuai laporan.

Dia pun memperingati agar tak memicu terjadinya potensi kebakaran, mengingat saat ini musim kemarau terjadi lebih kering.

0 Komentar