JABAR EKSPRES – Seorang menteri Israel mengulangi pernyataan kontroversialnya bahwa hak-hak pemukim ilegal lebih penting daripada hak-hak warga Palestina.
Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Nasional dan pemimpin partai ekstremis Otzma Yehudit, membuat pernyataan tersebut pada Jumat ketika membela penutupan toko-toko milik warga Palestina di Huwara, sebuah kota di Tepi Barat yang diduduki Israel.
“Hidup kami lebih penting daripada kebebasan bergerak (dan berdagang) bagi warga Palestina. Kami akan terus menyampaikan kebenaran ini dan bekerja untuk mewujudkannya,” ujarnya.
Baca Juga:Turki Lancarkan Serangan Udara Sebagai Pembalasan atas Serangan Ankara, Menargetkan Pasukan Kurdi di Suriah dan IrakSerangan Roket Gaza Sasar Kota-Kota Israel di Tengah Memanasnya Konflik
“Hak saya, hak istri dan anak-anak saya untuk bergerak di sekitar Yudea dan Samaria, lebih penting daripada kebebasan bergerak bagi orang-orang Arab,” katanya kepada saluran lokal Israel.
Ben-Gvir juga mengatakan minggu ini bahwa meludahi orang Kristen “bukanlah tindakan kriminal”, setelah sebuah video menunjukkan orang-orang Yahudi ultra-Ortodoks meludah di dekat sebuah prosesi Kristen di Yerusalem Timur yang diduduki. Video tersebut menimbulkan kemarahan dan kritik yang meluas.
Lebih dari 230 warga Palestina telah terbunuh oleh pasukan Israel sejak awal 2023, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Setidaknya 35 warga Israel juga telah terbunuh dalam serangan Palestina selama periode yang sama, jumlah korban Israel tertinggi sejak 2005.
