JABAR EKSPRES – Dalam sebuah langkah pembalasan menyusul serangan bom di Ankara yang menyebabkan dua orang polisi terluka pada hari Minggu lalu, Turki telah memulai serangkaian serangan udara baru yang menargetkan posisi-posisi Kurdi di Suriah dan Irak.
Seperti yang dikonfirmasi oleh kementerian pertahanan Turki, pada Jumat malam, sebanyak 15 target Kurdi di Suriah utara diserang dengan amunisi yang cukup besar.
Target-target ini mencakup “markas dan tempat perlindungan” utama yang digunakan oleh pasukan Kurdi, yang telah menjadi bagian integral dari upaya Amerika Serikat dalam memerangi kelompok ISIS di Suriah.
Baca Juga:Serangan Roket Gaza Sasar Kota-Kota Israel di Tengah Memanasnya KonflikPoco M6 Pro, Pesona Teknologi Terdepan Sudah di Depan Mata dengan Harga Tak Terduga!
Sebuah faksi yang berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), sebuah organisasi teroris yang ditetapkan oleh Ankara dan beberapa negara Barat, mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Insiden ini menandai pemboman pertama di ibu kota Turki sejak tahun 2016.
Pihak berwenang Turki telah menetapkan bahwa dua penyerang yang terlibat dalam serangan di Ankara berasal dari Suriah.
Selain itu, PKK juga aktif beroperasi di Suriah dan Irak, terlibat dalam pertempuran melawan kelompok ISIS dan berbagai faksi lainnya.
Sementara itu, Turki menganggap PKK sebagai organisasi teroris karena telah terlibat dalam konflik bersenjata selama beberapa dekade dengan negara Turki, dan telah melakukan banyak serangan kekerasan yang menewaskan atau melukai ribuan orang.
