JABAR EKSPRES – Hampir setiap hari kebakaran lahan gambut atau ilalang terjadi di Kabupaten Bandung. Bahkan dalam sehari bisa dua atau tiga kejadian.
Karenanya, petugas kebakaran pun harus bisa mengatur strategi dan juga tenaga mengantisipasinya. Terlebih personil pemadam kebakaran yang ada di Kabupaten Bandung sendiri sangatlah terbatas.
Hilman menjelaskan dalam satu kejadian bisa saja terjadi dua atau tiga kebakaran, sehingga harus ada beberapa pos sektor terdekat yang harus segera ke lokasi.
Baca Juga:Puluhan Siswa SD di Bandung Barat Dilarikan ke RS Akibat Keracunan Jajanan Cimin, 1 Orang Meninggal DuniaPerubahan APBD 2023 Jabar Disetujui, Banggar Beri Catatan Soal Kekeringan hingga Realisasi TPPAS Legok Nangka
Seperti kebakaran lahan di Arjasari, hingga Pemadam di Pos Baleendah meluncur ke lokasi untuk memadamkan api. Namun, tak berselang lama kembali terjadi kebakaran di Baleendah.
“Sehingga Pemadam yang berada di Pos Ciparay menuju, ke Baleendah. Sebab pemadam di Pos Baleendah masih di lokasi sebelumnya yang ada di Arjasari,” katanya.
“Maka jika terjadi kebakaran maka petugas terdekatlah yang pertama meluncur ke lokasi kejadian,” lanjutnya.
Oleh karena itu, Hilman menyebut pihaknya akan terus menyiagakan 24 jam penuh sumber daya terlebih pada kemarau panjang ini intensitas kebakaran cukup tinggi.
“Tentunya kami bersama BPBD dan instansi kewilayahan lainnya akan tetap bersiaga. Selain itu kita juga mengoptimalkan kinerja relawan-relawan kebakaran (REDKAR), yang sudah terbentuk di 54 desa di Kabupaten Bandung,” kata Hilman.
Hilman menjelaskan beberapa penyebab menjadi faktor kebakaran, seperti di antaranya masyarakat yang sengaja membakar untuk pembukaan lahan.
“Iya seperti pembukaan lahan oleh masyarakat dengan cara membakar lokasi lahan, hingga meluas. Dan juga melakukan pembakaran sampah pada area yang resistensi terjadi kebakaran,” tuturnya.
Baca Juga:BRUTAL! Karena Cemburu, Pria Ini Renggut Nyawa Kekasih di Vila Kabupaten Bandung Jelang Pilkades Serentak 2023, Pemkab Bandung Gelar Deklarasi Damai
“Ada juga yang tak sengaja membuat puntung rokok di lahan gambut atau alang-alang yang kering hingga menyebabkan kebakaran,” lanjutnya.
Disisi lain, kata Hilman selain faktor masyarakat, ada juga faktor alam karena cuaca panas.
