Jabar Peringkat 4 Rawan Pemilu, Apa Strategi Pimpinan Baru KPU Jabar?

JABAREKSPRES.COM, BANDUNG – Kepengurusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar resmi berganti. Mereka adalah Ummi Wahyuni, Abdullah Sapi’i, Adie Saputro, Ahmad Nur Hidayat, Aneu Nursifah, Hari Nazarudin, Hedi Ardia.

Mereka bakal gerak cepat untuk melanjutkan sejumlah tahapan pemilu 2024. Baik untuk tahapan pemilihan legislatif ataupun eksekutif. Termasuk, persiapan untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jabar pada 2024 nanti.

Ummi Wahyuni, perempuan yang di dapuk sebagai Ketua KPU Jabar yang baru, mengungkapkan ada sejumlah langkah yang bakal dilakukan dalam menyikapi kondisi Jabar yang masuk peringkat 5 besar daerah rawan dalam pemilu.

BACA JUGA: Industri dan UKM Tekstil Hampir Mati, Ketua Ikatan Pengusaha Konveksi Bandung Sesalkan Barang Impor Murah dan Mudah

Pertama, pihaknya bakal mensolidkan penyelenggara pemilu di 27 Kabupaten Kota di Jabar.

“Mereka adalah penyelenggara kami di tingkat Kabupaten Kota. Penting untuk terus solid,” jelas mantan Ketua KPU Kabupaten Bogor itu.

Jebolan Institut Pertanian Bogor dan Universitas Ibnu Kholdun Bogor itu menambahkan, langkah berikutnya yang tak kalah penting adalah menjalin sinergi dengan sejumlah stakeholder terkait di Jabar.

“Penting hadirnya bantuan dari semua pihak untuk mensukseskan pemilu. Karena kalau SDM sendiri cukup terbatas,” cetusnya.

Ummi menambahkan, dalam waktu dekat internalisaai kelembagaan juga bakal dilakukan. Hal itu untuk memaksimalkan kinerja mesin internal KPU Jabar.

Sementara untuk jangka panjang yang tak kalah penting adalah upaya meningkatkan partisipasi memilih di Jabar. Provinsi Jabar sendiri cukup strategis dari aspek pemilu karena memiliki jumlah pemilih tertinggi. DPT Jabar juga telah ditetapkan di angka 35.714.901 pemilih.

Tingginya pemilih itu tentu jadi tantangan tersendiri. Selain itu, Provinsi Jawa Barat juga masuk peringkat 4 rawan tinggi setelah DKI Jakarta, Sulawesi Utara dan Maluku Utara.(son)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan