Industri dan UKM Tekstil Hampir Mati, Ketua Ikatan Pengusaha Konveksi Bandung Sesalkan Barang Impor Murah dan Mudah

Para Pelaku Usaha Tekstil Sesalkan Impor Murah Dan Mudah, Dampaknya Sudah Banyak Penutupan dan Pengangguran. Foto Agi Jabar Ekspres
Para Pelaku Usaha Tekstil Sesalkan Impor Murah Dan Mudah, Dampaknya Sudah Banyak Penutupan dan Pengangguran. Foto Agi Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menurunnya penjualan pakaian dan tekstil di Indonesia berdampak bagi para pelaku usaha. Di antaranya, banyaknya industri dan UKM yang mulai memberhentikan para pegawainya.

Ketua Ikatan Pengusaha Konveksi Bandung, Nandi Herdiaman buka suara terkait dampak menurunnya penjualan pakaian dan tekstil.

“Mungkin pengaruh, dampaknya pengangguran sudah jutaan, ini dua bulan ini sedang merosot,” katanya.

Baca Juga:Warna Baru Awesome Lime! Intip Performa Galaxy A34 5G, Gaming Mulus?Lewat SI DASI TAMPAN, BPKAD Cimahi Tekan Kualitas Perencanaan Anggaran

Nandi menambahkan dengan banyaknya barang impor murah dan mudah tentunya hal ini membuat pelaku UKM tidak bisa bertahan lama.

“Ketika impor ini membanjiri ke kita ya, ke dalam negeri, ya mohon maaf ini akan terjadi pengangguran yang luar biasa,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum API (Asosiasi Pertekstilan Indonesia) Jemi Kartiwa menyebut saat ini secara global kondisi pertekstilan sedang tidak baik-baik saja.

Menurutnya, saat ini banyak juga produk China yang tidak terserap sehingga mencari pasar baru yang trade barriernya lemah.

“China itu kan produsen dunia, nah dengan tidak terserapnya produk China ke berbagai daerah seperti Amerika, pasti mereka mencari pasar baru, ya pasar baru yang dituju adalah di mana negara yang trade barrier-nya lemah,” kata dia.

Jemi berharap, jangan sampai Indonesia hanya dijadikan market, karena Indonesia sendiri populasinya nomor empat di dunia, dan inflasi masih jauh lebih baik dibandingkan negara lain.

“Makanya Indonesia ini dibidik oleh mereka menjadi pangsa pasarnya, kalau kita tidak pintar melakukan trade barrier maka kita ini akan rontok ekosistemnya, hilirnya rontok maka terimbas ke hulunya,” pungkasnya.

0 Komentar