Tuntaskan Persoalan Sampah, Pj Bupati Bandung Barat Minta OPD Kerja Cepat

Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif. Rabu (20/9). Foto Jabarekspres.
Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif. Rabu (20/9). Foto Jabarekspres.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kuota pembuangan sampah Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke TPA Sarimukti Kecamatan Cipatat, semakin menipis.

Diketahui, Pemprov Jawa Barat membuka zona darurat untuk kapasitas 23.000 ton di lahan seluas 0,9 hektare. Dengan jumlah Kabupaten Bandung Barat mendapatkan jatah 455 ritase.

Menanggapi hal itu, Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif mengatakan akan segera berkoordinasi dengan OPD terkait, termasuk aparat kewilayahan di daerah seperti desa dan kecamatan.

Baca Juga:Sidang Kasus Suap Yana CS, Fakta Permintaan Tambahan APBDP Sebesar Rp47 M Terungkap, Hakim Tanyakan UrgensinyaFakta Baru Aliran Dana Dishub ke Pejabat Pemkot Bandung, Nilainya Hampir Sentuh Rp2 M

“Bertahap, kita akan koordinasikan terlebih dahulu. Jika serius 3 bulan ini bisa beres,” kata Arsan Latif usai melangsungkan serah terima jabatan di Gedung Bupati Bandung Barat, Rabu 20 September 2023.

Menurutnya, selain melakukan penanganan sampah ke TPA Sarimukti, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya warga terdampak kebakaran TPA Sarimukti.

Karena itu, lanjut Arsan, pihaknya akan segera memanggil aparat pemerintahan Cipatat untuk segera memberikan data warga terdampak. Termasuk data kemiskinan di wilayah itu.

“Jangan sampai pemerintah tidak mengetahui ada masyarakatnya yang tidak makan. Karena itu saya akan intruksikan Camat setempat untuk secepatnya memberikan data yang miskin kepada kami,” katanya.

Arsan berharap persoalan sampah di Kabupaten Bandung Barat dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat.

“Saya sudah diamanatkan oleh Gubernur Jawa Barat, bahwa penanganan sampah khususnya di Bandung Barat harus segera diselesaikan. Maka itu dalam waktu dekat kuta akan bahas persoalan sampah ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandung Barat, Ibrahim Aji menuturkan, meski diberikan kuota tambahan. Sarana prasarana yang dimiliki pemerintah untuk penanganan sampah di wilayahnya belum maksimal.

Baca Juga:Tekan Inflasi, Pemkot Bogor Gaungkan Gerakan Pangan MurahStok Beras di Kota Cimahi, Bulog: Aman hingga Awal Tahun 2024

Salah satu yang menjadi kendala, kata Ibrahim yakni minimnya armada truck pengangkut sampah serta ketersediaan lahan tempat pembuangan sampah (TPS) sementara yang saat ini masih dikaji oleh Dinas Lingkungan Hidup.

“Armada kita hanya memiliki 30 truk, idealnya 70 truk. Selain itu kita pun saat ini masih mencari lahan untuk dijadikan TPS sementara,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibrahim Aji mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah yang akan dibuang. Setidaknya, hal tersebut akan mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA.

0 Komentar