JABAR EKSPRES – Setelah banjir bandang dahsyat yang disebabkan oleh Badai Daniel, kota Derna kini bergulat dengan korban jiwa yang tak pernah terbayangkan.
Saat upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan, penduduk kota harus menerima kenyataan pahit atas kehilangan mereka.
Palang Merah, yang membunyikan alarm, melaporkan bahwa 10.000 orang yang mengejutkan masih belum ditemukan, membuat orang-orang yang dicintai dengan cemas menunggu berita tentang nasib mereka.
Baca Juga:Vladimir Putin dan Kim Jong-un Bertemu di Tengah Ketegangan Hubungan dengan Amerika SerikatRekomendasi 4 HP Terbaik 2023 yang Memang Sangat Worth It Buying!
Tamer Ramadan dari Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menggarisbawahi besarnya bencana ini, dengan menyatakan pada hari Selasa, “Jumlah korban tewas sangat mengejutkan dan mungkin akan mencapai ribuan.”
“Kami tidak memiliki angka yang pasti saat ini,” katanya, mengutip sumber-sumber independen organisasi tersebut yang mengatakan bahwa “jumlah orang yang hilang sejauh ini mencapai 10.000 orang”.
Dalam jalurnya yang merusak, air bah menelan rumah-rumah dan kendaraan, beserta penghuninya.
Komunitas global telah bersatu dalam menanggapi pemandangan yang menyayat hati yang muncul dari Derna.
Sejumlah negara telah memberikan tawaran bantuan mendesak dan mengerahkan tim penyelamat untuk membantu negara yang sedang dilanda perang ini, menghadapi apa yang digambarkan oleh seorang pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai “bencana yang sangat dahsyat.”
