Kemarau 2023 Berdampak Pada Ketahanan Pangan, Sektor Pertanian Perlu Jadi Sorotan

Kemarau 2023 Berdampak Pada Ketahanan Pangan, Sektor Pertanian Perlu Jadi Sorotan
Foto Pandu Muslim
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Musim kemarau 2023 dinilai cukup ekstrem. Pasalnya, dampak kekeringan tak hanya minimnya air dan kebakaran hutan serta lahan (Karhutla), tapi juga terhadap ketahanan pangan.

Sektor pertanian saat ini tengah menghadapi cobaan besar, sebab dampak dari musim kemarau yang cukup panjang, membuat produksi pangan terkendala. Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Bandung, Osin Permana menyoroti dua permasalahan yang cukup krusial saat ini di sektor pertanian.

“Dan kami meminta pemerintah pusat untuk melakukan tata niaga pertanian,” ujar Osin.

Baca Juga:Walhi Jabar Minta Aparat Selidiki Kebakaran Gunung Guntur Garut Secara TuntasKesulitan Mencari Alternatif Tempat Pembuangan Sampah di Kota Bandung

Dia menerangkan, pihaknya pun mendesak pemerintah pusat untuk benar-benar memperhatikan sektor pertanian mengingat ada sejumlah permasalahan krusial, salah satunya regenerasi petani.

Osin memprediksi, dalam skala 10 sampai 15 tahun mendatang, Indonesia bakal kekurangan petani yang berdampak terhadap ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, generasi di zaman sekarang, di tengah era digitalisasi yang begitu pesat perkembangannya, anak muda dinilai kurang tertarik untuk menjadi petani.

“Maka itu kami mendorong pemerintah pusat untuk melakukan inovasi agar anak muda Tanah Air mau berkarir di bidang pertanian,” terangnya.

Saat disinggung mengenai program Petani Milenial yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Osin mengakui bahwa hal tersebut masih kurang optimal.

Oleh karena itu, dia menilai perlu adanya dorongan insentif yang layak untuk para petani milenial tersebut.

“Karena generasi milenial ini kurang tertarik menjadi petani. Petani ini erat kaitannya dengan pangan yang sangat krusial bagi manusia,” imbuhnya.

0 Komentar