JABAR EKSPRES – Tim penyelamat Maroko tidak mengenal lelah dalam upaya mereka mencari korban selamat di tengah reruntuhan gempa bumi dahsyat yang telah merenggut lebih dari 2.100 nyawa dan menghancurkan desa-desa di perbukitan pegunungan Atlas.
Desa-desa pegunungan ini sebagian besar dibangun menggunakan bahan bangunan tradisional, seperti batu bata dari lumpur, yang membuat struktur mereka rentan terhadap guncangan gempa.
Warga yang selamat dengan cepat bergerak untuk memberikan bantuan. Banyak dari mereka menuju rumah sakit di Marrakesh untuk mendonorkan darah guna membantu para korban luka. Sementara itu, penduduk Marrakesh yang tidak memiliki tempat tinggal tidur di jalanan, merangkuk di bawah selimut sambil menyimpan barang-barang pribadi mereka.
Baca Juga:Maskapai Air China Mendarat Darurat di Bandara Changi Akibat Mesin TerbakarGempa Besar Maroko Rampas Nyawa 2 Ribu Warga, Negara Menyatakan Berkabung Nasional 3 Hari
Pemerintah Maroko telah mengumumkan tiga hari berkabung nasional dan mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung. Kementerian Dalam Negeri Maroko juga telah memberikan instruksi kepada otoritas setempat untuk mempercepat operasi penyelamatan dan evakuasi korban yang cedera, menunjukkan komitmen mereka untuk membantu masyarakat yang terdampak oleh bencana ini.
