JABAR EKSRPRES — Peristiwa 11 September 2001, yang dikenal sebagai 9/11, tetap menjadi salah satu peristiwa paling tragis dan bersejarah dalam sejarah Amerika Serikat dan dunia. Pada hari itu, teroris dari al-Qaeda menjalankan serangan yang mengguncang bangsa dan mengubah tatanan global secara drastis.
Pada pagi hari itu, empat pesawat penumpang komersial Amerika Serikat dibajak oleh 19 teroris al-Qaeda. Dua di antaranya, American Airlines Flight 11 dan United Airlines Flight 175, ditabrakkan ke Menara Utara dan Menara Selatan World Trade Center di New York City.
Tragedi ini menyebabkan kematian lebih dari 2.900 orang, termasuk pekerja penyelamat yang berani. Duka yang mendalam melanda seluruh Amerika Serikat, dan masyarakat internasional juga terkejut dan berduka.
Baca Juga:Link Daftar Aplikasi Penghasil Uang Terbaru 2023 Rp100 Ribu Per HariJadwal Tayang RTV Hari Sabtu, 9 September 2023
Pasca-serangan, Amerika Serikat segera merespons dengan tindakan militer dan diplomatis yang signifikan. Pemerintah AS mengambil langkah-langkah untuk memerangi terorisme global dan meluncurkan Perang Melawan Terorisme, yang memengaruhi sejumlah negara dan wilayah di seluruh dunia.
Serangan 9/11 juga mengubah pandangan dunia terhadap keamanan dan privasi. Undang-undang baru seperti USA PATRIOT Act memberikan pemerintah AS wewenang yang lebih besar dalam memantau aktivitas warganya demi melawan terorisme.
Dua puluh tahun setelah 9/11, peristiwa ini tetap menjadi peringatan yang kuat akan potensi kejahatan terorisme dan perubahan besar dalam kebijakan global.
