NATO Berada di Ambang Keruntuhan Akibat Perpecahan dalam Politik AS dan Krisis Ukraina

NATO Berada di Ambang Keruntuhan Akibat Perpecahan dalam Politik AS dan Krisis Ukraina
Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) kini menghadapi masa sulit yang mengancam kelangsungan eksistensinya.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) kini menghadapi masa sulit yang mengancam kelangsungan eksistensinya.

Profesor Studi Strategis Universitas St. Andrews, Skotlandia, Philips Payson O’Brien, telah mengungkapkan bahwa perpecahan dalam aliansi ini semakin membesar, dan NATO diprediksi akan runtuh dalam waktu dekat.

Salah satu faktor utama yang memicu ancaman ini adalah invasi Rusia ke Ukraina yang menciptakan ketegangan besar antara Eropa dan Amerika Serikat, yang tampaknya berada di ambang perpecahan.

Baca Juga:Zoom Rilis Fitur “Notes” Sensasional: Bikin Rapat Virtual Anda Lebih ProduktifBOMBSHELL! Yamaha Ledek Honda dengan Vega Matic 125 Terbaru, Hanya Rp17 Juta!

Beberapa tokoh besar dalam Partai Republik, seperti Ron DeSantis dan Viviek Ramaswamy, secara terang-terangan menentang usulan untuk memberikan bantuan tambahan kepada Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia.

Menurut O’Brien, “Katalis langsung dari keruntuhan NATO adalah perang di Ukraina.” Ia menekankan bahwa ketika faksi dominan dalam salah satu dari dua partai politik terbesar Amerika Serikat, yaitu Partai Republik, tidak lagi melihat pentingnya mendukung negara demokrasi dalam konfrontasi dengan Rusia, ini mencerminkan pergeseran dramatis dalam politik Amerika Serikat yang membuat Eropa merasa kurang dapat mengandalkan dukungan dari AS.

0 Komentar