Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Gelar Program Rembuk Stunting

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Gelar Program Rembuk Stunting
Foto: ANTARA
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), telah mengadakan program rembuk stunting untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mendukung program tersebut.

“Tujuan kami adalah mengurangi angka stunting menjadi 14 persen pada 2024,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, Kabupaten Lombok Timur memiliki tingkat stunting sebesar 35,6 persen.

“Hingga saat ini, terdapat sekitar 150 lokasi khusus di Desa Lombok Timur yang terdampak stunting, dengan 16 desa masih dalam status merah,” katanya.

Baca Juga:Gerakan Sigap Bulog Papua dan Papua Barat untuk Stabilkan Harga Pangan2024 Kalimantan Utara Fokus di Pembangunan Produk Unggulan Daerah

Dia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berperan serta dan kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah menerapkan regulasi terkait penanganan stunting secara optimal.

Bupati Sukiman Azmy menjelaskan tiga poin penting dalam acara tersebut. Pertama, langkah awal dalam mengatasi stunting adalah dengan memperkuat kolaborasi antara petugas dan orang tua.

Dia menyarankan evaluasi metode pemberian makanan kepada anak dengan pengawasan dan pendampingan, serta menggarisbawahi perlunya progres tinggi dalam mencapai target dan konsep strategis yang kokoh.

“Saya berharap semua pemangku kepentingan dapat menjalankan tugas nasional dalam menurunkan angka stunting menjadi 14 persen dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

0 Komentar