JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan mengusulkan pemadaman api kebakaran TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat melalui helikopter water bombing.
Seperti diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan operasi pemadaman kebakaran TPA Sarimukti selesai dalam waktu 3 hari.
“Tanggal 27 Agustus 2023 merupakan hari terakhir dari kegiatan water bombing, akan tetapi Pemda KBB akan mengajukan kembali untuk penambahan hari samoai api benar-benar padam,” kata Sekda Bandung Barat, Ade Zakir kepada wartawan, Senin (28/8/2023).
Baca Juga:Sarimukti Terbakar, Pj Wali Kota Cimahi Minta Warga Pilah Sampah dari RumahPrihatin, Panglima TNI Pastikan Kawal Kasus Oknum Paspampres yang Diduga Aniaya Warga hingga Tewas
Menurutnya, proses pemadaman api menggunakan helikopter melalui water boombing masih diperlukan hingga titik-titik api terkendali.
“Laporan dari damkar, titik api tadi malam sampai subuh masih terlihat, tetapi sudah menurun dibandingkan dengan keadaan yang sebelumnya,” katanya.
Masih kata Ade, di zona 1 proses pendinginan dilakukan oleh pihak TNI melalui metode menggunakan permentasi kacang hijau dan juga gula aren.
Ia mengimbau, masyarakat yang terdampak langsung oleh asap kebakaran TPA Sarimukti untuk menggunakan masker saat beraktivitas dan pihaknya pun telah memberikan bantuan kepada masyarakat.
“Untuk arah angin tadi mengarah ke arah utara dari TKP menuju ke wilayah Cipeundeuy. Kami intruksikan kepada camat Cipeundeuy mengimbau warganya supaya waspada terhadap asap,” katanya.
Dalam penanganan kebakaran TPA Sarimukti sendiri helikopter waterbombing mengangkut air dari Waduk Cirata yang kemudian ditumpahkan di titik lokasi kebakaran berjenis Super Puma milik BNPB.
