JABAR EKSPRES – Pemerintah tengah melakukan evaluasi terhadap tarif penyeberangan rute Pelabuhan Jangkar Situbondo, Jawa Timur, menuju Pelabuhan Lembar Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Langkah ini diambil setelah jalur tersebut sementara ditutup karena minimnya penumpang.
Evaluasi tarif ini juga melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, Faozal belum dapat memastikan kapan pembahasan tarif akan selesai.
“Kami berusaha untuk segera mengaktifkan kembali operasional rute ini, karena izin dan rutenya sudah ada,” jelas Faozal.
Baca Juga:Pengembangan Wisata Wahana Olahraga di Desa Klangon, MadiunDPRD Kota Semarang ingin Pemerintah Aktif Dorong Keamanan Pangan
Terkait dengan harga tiket baru jika rute tersebut kembali beroperasi, Faozal mengindikasikan bahwa ada kemungkinan penurunan tarif dari sebelumnya.
“Sebagai contoh, tiket saat ini seharga Rp1,4 juta. Kemungkinan besar akan turun sekitar 20-30 persen dari harga itu,” katanya.
Terdapat dua kapal yang melayani rute ini setiap hari, berangkat dari Pelabuhan Jangkar pukul 15.00 WIB, dan dari Pelabuhan Lembar pukul 16.00 WITA.
Dengan penutupan sementara ini, jumlah jalur penyeberangan laut dari dan menuju Lombok, NTB, menjadi lima rute, termasuk Pelabuhan Jangkar – Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Tanjung Perak – Lembar, Pelabuhan Ketapang – Lembar, Tanjung Wangi – Lembar, dan Padangbai – Lembar.
Tarif tiket penyeberangan rute Jangkar-Lembar tertera dalam berbagai golongan, mulai dari Golongan I seharga Rp138.600, hingga Golongan IX seharga Rp9.624.500.
