Semakin Banyak Orang Muslim Arab Bergabung dengan IDF Israel, Kok Bisa?

Semakin Banyak Orang Muslim Arab Bergabung dengan IDF Israel, Kok Bisa?
Israel Defense Forces. (Foto: Wikimedia Commons)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tren meningkatnya jumlah warga Muslim yang mendaftar sebagai anggota Tentara Pertahanan Israel (IDF) terus mencuri perhatian.

Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Israel Times, tahun 2020 mencatat perekrutan sekitar 606 warga Arab Muslim menjadi bagian dari barisan IDF.

Jumlah ini menunjukkan kenaikan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan 489 warga Arab yang mendaftar pada 2019 dan angka sebesar 436 pada tahun 2018.

Baca Juga:Pomdam Jaya Lakukan Pendalaman Terhadap Anggota Paspampres yang Diduga Lakukan Penculikan dan PenyiksaanViral Dugaan Anggota TNI Lakukan Penculikan dan Kekerasan Hingga Menewaskan Pemuda Asal Aceh

Data yang tercatat menunjukkan bahwa rekrutmen dari kelompok ini hampir mengalami peningkatan dua kali lipat dalam kurun waktu dua tahun, melonjak dari 84 orang pada tahun 2018 menjadi 171 orang pada tahun 2020.

Pada tahun 2017, angka rekrutmen hanya mencapai 45 orang. Menanggapi pertumbuhan yang pesat ini, IDF telah mengambil langkah untuk membuka dua peleton tambahan, khusus untuk pelatihan dasar perekrutan wajib militer.

Sementara banyak faktor yang berkontribusi pada tren ini, mayoritas Muslim yang terlibat dalam IDF berasal dari komunitas Badui di Utara.

IDF, atau Pasukan Pertahanan Israel, adalah kekuatan militer Negara Israel. Pasukan ini meliputi angkatan darat, angkatan udara, dan angkatan laut, dan bertanggung jawab atas pertahanan dan keamanan Israel.

IDF adalah komponen penting dari strategi keamanan nasional Israel dan memainkan peran penting dalam menjaga kedaulatan negara, menangkal ancaman, dan merespons berbagai tantangan keamanan.

IDF didirikan tidak lama setelah deklarasi Negara Israel pada tahun 1948. IDF beroperasi di bawah kendali sipil, dengan pemerintah Israel mengawasi kegiatannya.

0 Komentar