Pada tahun ini, Wagner terlibat dalam aksi pemberontakan di Rusia dengan tujuan menggulingkan para petinggi militer Kremlin. Pemberontakan ini kemudian berakhir dengan mediasi dari Presiden Belarus Alexander Lukashenko, yang memerintahkan Prigozhin untuk meninggalkan Rusia guna menghindari konsekuensi hukum.
Beberapa laporan terbaru mengindikasikan bahwa aktivitas Wagner telah beralih ke negara tetangga, Belarus. Meski demikian, banyak pihak yang menduga bahwa Prigozhin tidak akan pernah merasa aman, mengingat keterlibatannya dalam berbagai kontroversi dan kekacauan di Rusia.
