Meta Meluncurkan Model AI Terbaru SeamlessM4T untuk Terjemahan dan Replikasi Ucapan dalam 100 Bahasa!

Meta Meluncurkan Model AI Terbaru SeamlessM4T
Meta Meluncurkan Model AI Terbaru SeamlessM4T
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Meta Platforms, perusahaan induk Facebook, telah mengumumkan peluncuran model kecerdasan buatan terbaru mereka yang bernama SeamlessM4T.

Meta AI SeamlessM4T model ini memiliki kemampuan luar biasa untuk menerjemahkan dan mereplikasi percakapan dalam hampir 100 bahasa yang berbeda.

Mark Zuckerberg, CEO Meta, menggambarkan alat ini sebagai sarana yang akan mempermudah interaksi antara pengguna dari seluruh dunia di metaverse, suatu dunia virtual yang saling terhubung.

Baca Juga:Siap Menggebrak Android dan IOS, Metal Slug Awakening Versi Mobile!Kontroversi Seputar Daftar Motor Honda Rangka eSAF

Zuckerberg meyakini bahwa model ini memiliki potensi besar untuk membentuk masa depan perusahaan.

Salah satu poin menarik adalah Meta memutuskan untuk memberikan akses publik terhadap model ini untuk penggunaan non-komersial, sebuah langkah yang menunjukkan komitmen mereka terhadap inklusivitas.

Namun, langkah Meta ini tidak luput dari beberapa pertanyaan hukum, mirip dengan isu-isu yang di hadapi oleh industri lain terkait penggunaan data pelatihan.

Pada bulan Juli, Meta di hadapkan pada tuntutan hukum dari komedian Sarah Silverman dan dua penulis lainnya yang mengklaim adanya pelanggaran hak cipta.

Mereka menuding Meta dan OpenAI menggunakan karya tulis mereka sebagai data pelatihan tanpa izin.

Salah satu hal yang menarik dari model SeamlessM4T adalah asal-usul data pelatihan audio yang di gunakan untuk pengembangannya.

Para peneliti Meta mengklaim telah mengumpulkan data pelatihan audio dari 4 juta jam “audio mentah” yang berasal dari berbagai sumber publik di web.

Baca Juga:JETE OpenStyle Series, Suara Lebih Jernih, Desain Lebih Nyaman!6 Fitur Baru WhatsApp, Dari Edit Pesan hingga Fitur Kunci Chat

Dalam ekosistem kecerdasan buatan yang terbuka, Meta memiliki keunggulan karena mereka bisa memanfaatkan kekuatan “crowdsourcing” secara efektif melalui platform sosial mereka, di bandingkan dengan membatasi akses dengan biaya pada model kecerdasan buatan.

0 Komentar