Kafe Kucing Unik di Jalur Gaza yang Bikin Gemas

JABAR EKSPRES – Baru-baru ini,  ada kafe kucing unik di Jalur Gaza, kafe ini telah di buka yang di persembahkan khusus bagi pecinta kucing.

Tujuan dari kafe kucing di gaza ini adalah untuk memberikan kebahagiaan kepada para penggemar hewan berbulu dan juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya memiliki hewan peliharaan.

Kafe kucing ini merupakan yang pertama di jenisnya di Gaza, dengan tema sepenuhnya mengenai kucing.

Di dalamnya terdapat cermin, vas bunga, serta poster yang menampilkan 14 jenis kucing yang bisa diajak bermain oleh para pengunjung, baik dewasa maupun anak-anak.

Pemilik kafe, Naeema Mea’bed, menjelaskan bahwa konsep kafe ini sederhana namun bermakna. Inspirasi untuk mendirikan kafe ini datang dari cinta Naeema terhadap kucing sejak kecil.

Baca artikel lainnya: Rekomendasi 7 Kencan Unik dan Romantis di Museum Bandung

Ia ingin berbagi cinta ini dengan orang lain, terutama bagi mereka yang juga menyukai kucing namun tidak bisa memilikinya di rumah atau tidak memiliki waktu yang cukup.

Naeema menjelaskan, “Saya menciptakan tempat ini sebagai tempat bagi mereka. Di mana bahkan lima menit di siang hari bisa di habiskan untuk merasa bahagia, menghilangkan energi negatif, dan kembali ke rumah dengan semangat positif.”

Di kafe ini, pengunjung bisa bermain dengan kucing Persia, kucing angora Turki, dan kucing hibrida lainnya.

Pengunjung akan dikenai biaya sebesar $1,30 per setengah jam per meja, di luar biaya untuk minuman dan makanan ringan yang tersedia.

Bagi remaja bernama Hala Abu Maghaseeb yang berusia 14 tahun, kafe ini merupakan kejutan yang menyenangkan selama liburan sekolah musim panasnya.

Meskipun belum berhasil meyakinkan orang tuanya untuk memiliki kucing peliharaan, Hala sangat senang dengan adanya kafe ini.

Ia berkomentar, “Saya sangat menyukai kucing dan selalu datang ke sini untuk bermain dengan kucing. Ini adalah tempat yang sangat menyenangkan, terutama karena berlokasi di gedung yang sama dengan tempat tinggal saya.”

Namun, sebagian warga Gaza menganggap kehadiran kafe ini kurang berarti. Argumen yang di utarakan melalui media sosial adalah bahwa sebagian besar penduduk terlalu miskin untuk merespons tempat seperti ini.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan