Polemik Pencemaran Sungai Cileungsi Bogor Bikin Geram, Rudy Susmanto Minta Pemkab Tak Tinggal Diam

 

Jabarekspres.com, BOGOR – Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto merasa geram dengan polemik pencemaran Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor. Karenanya, Ia meminta Pemerintah Kabupaten Bogor untuk tidak tinggal diam.

“Untuk mengatasi permasalahan tersebut tinggal menunggu ketegasan dari Pemkab Bogor saja,” kata Rudy Susmanto kepada media, Jumat (18/8).

Dikatakannya, Ia sangat meyakini bahwa DLH Kabupaten Bogor mengetahui soal asal-usul pencemaran tersebut.

“Sebetulnya kami sangat yakin dinas lingkungan hidup mengetahui siapa yang membuang limbahnya. Hari ini tinggal keberanian kepala daerah berani tidak kalau DLH tidak berani cari yang lain,” tambahnya.

Pasalnya, kondisi pencemaran ini juga sudah ketiga kalinya terjadi sejak Januari 2023. Sedangkan saat ini ada kekosongan jabatan Kepala Dinas (Kadis) DLH.

BACA JUGA:  Dewan Gelar Banmus Hari Ini, Percepat Iwan Setiawan Jadi Bupati Bogor Definitif

“Ini permasalahannya tidak selesai-selesai. Jadi pada saat hari ini kadis DLH nya kosong akan ditunjuk orang dan seperti lelang jabatan,” tegasnya.

Untuk itu, solusi terbaik menuntaskan pencemaran sungai Cileungsi adalah menunggu keberanian Pemkab Bogor untuk menindaklanjuti hal tersebut.

“Tinggal sejauh mana pemerintah daerah berpihak kepada masyarakat kabupaten Bogor. Tiap hari hanya menjadi konsumsi di media, pencemaran lagi, pencemaran lagi, ucapnya.

BACA JUGA; Dampak Gempa di Banten, 1 Rumah di Bandung Barat Roboh 

Politisi Partai Gerindra itu mengaku, DPRD Kabupaten Bogor juga telah membuat surat rekomendasi berkali-kali untuk mengatasi soal limbah yang menyebabkan pencemaran di sungai Cileungsi.

“Kita sudah berkali-kali membuat surat rekomendasi. Rekomendasi sudah kami berikan dari rapat sudah kita berikan dan dari aduan masyarakat sudah kami berikan. Kepala dinas silih berganti beberapa kali,” lanjutnya.

Jika pihaknya memiliki kewenangan untuk mengatasi permasalahan ini, ia pun tak segan untuk menutup pabrik-pabrik yang membuang limbah ke aliran sungai Cileungsi.

“Kalau kami pihak DPRD punya kewenangan buat menutup kami tutup. Kan sudah jelas ada pabriknya, kalau pabriknya susah salurannya kan ada 5 pabrik. Lima lima nya tutup dulu,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan