Bukan Eris, Varian Baru Covid-19 B6.A Langsung Serang  Dua Negara 

JABAR EKSPRES – Publik yang sudah mulai lengah dengan Covid-19 kini harus bersiap-siap lagi menghadapi ancaman baru dari varian Omicron terbaru selain Eris. Varian terbaru yang dijuluki BA.6 ini merupakan turunan dari varian Omicron yang sudah mengalami mutasi. Berbeda dengan varian Eris atau EG.5 yang juga subvarian Omicron, B6.A ini berpotensi menimbulkan gelombang Covid-19 berikutnya.

Dari Laporan yang disampaikan Daily Mail, sudah ada dua wilayah yang terserang varian B6.A ini dan kasusnya mengalami lomjakan drastis. Bahkan para ilmuwan yang meneliti varian tersebut menganjurkan kepada warga dua negara tersebut untuk kembali menggunakan masker saat keluar rumah.

Baca juga : Muncul Varian Baru Covid-19 Eris, Apa Perbedaannya dengan Omicron?

Hal ini karena mutasi yang terjadi pada varian B6.A ini ternyata membuat penularan menjadi kian masiv. Bukan hanya itu, dari hasil penelitian juga diketahui bahwa terjadi perubahan pada struktur virus tersebut, dimana virus sudah bisa menggandakan diri atau membuat salinan dirinya sendiri.

Lebih mengerikan lagi, peneliti menyebut vaksin yang selama ini sudah diperoleh masyarakat dikatakan tidak begitu efektif melawan B6A.

Namun, belum ada laporan terkait karakteristik alami virus saat menyerang kekebalan tubuh pasien, atau seberapa bahaya dari subvarian tersebut.

Subvarian baru dari Omicron ini lagi-lagi harus membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) waspada, karena belum selesai menangani varian Eris atau EG.5 kini harus memecah perhatian pada B6.A.

Varian Eris kini sudah menyerang 51 negara di dunia, sehingga statusnya akhirnya dinaikkan oleh WHO, menjadi variant of interest (VOI), yakni varian COVID-19 yang memiliki kemampuan genetik yang dapat memengaruhi karakteristik virus. Beberapa pengaruhnya, seperti tingkat keparahan penyakit, pelepasan kekebalan, penularan, dan kemampuan tidak terdeteksi.

Baca juga : Hati-Hati! Ini Perbedaan Varian Covid Omicron dan Eris

Padahal sebelumnya varian Eris hanya masuk ke dalam daftar varian under monitoring (VUM) pada 19 Juli 2023. Subvarian EG.5 merupakan keturunan dari XBB.1.9.2 yang memiliki karakteristik mirip dengan XBB.1.15.

Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu negara yang kini tengah dihadang varian tersebut lantaran memicu kenaikan kasus. Bahkan, rawat inap rumah sakit di AS telah meningkat menjadi 14 persen atau 10.320 kasus dalam seminggu. Meski begitu, jumlah tersebut masih tergolong kecil dibandingkan pada puncak pandemi sebelumnya, seperti varian Omicron hingga Delta di negara itu.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan