Zurich Indonesia Latih para Siswa untuk Jadi Wirausaha

JABAREKSPRES –  Dalam menyambut hari kemerdekaan RI, Zurich Indonesia (Zurich) berkolaborasi dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) memberikan edukasi wirausaha kepada 3.300 siswa yang berasal dari 40 siswa tingkat SMA.

40 SMA tersebut berasal dari berbagai kota di Indonesia untuk dilatih dalam mengembangkan wirausaha. Kegiatan ini merupakan implementasi tahun kedua Zurich Entrepreneurship program yang akan berlangsung pada Juli 2024.

Country Manager Zurich Indonesia Chris Bendl mengatakan, program ini telah dijalankan sukses di 30 sekolah.

‘’Saat ini kita perluas dampak Zurich Entrepreneurship dikalangan siswa dan guru,’’ ujar Chris.

Pada program ini para siswa dan guru dilatih berbagai keterampilan agar ke depan dapat mecapai kesuksesan dengan wirausaha.

‘’Ini selaras dengan tujuan Zurich yaitu menciptakan masa depan yang lebih cerah.”jelas Chris.

Selama periode program, para siswa juga akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan karyawan yang menjadi mentor.

Pengetahuan praktis dan pengalaman riil dari dunia bisnis yang dibagikan para mentor diharapkan dapat memberikan manfaat untuk optimalkan manfaat dari Zurich Entrepreneurship Program.

Head of the Z Zurich Foundation Gregory Renand berpendapat sama. Menurutnya, generasi muda yang berpendidikan akan dapat mengendalikan masa depan.

Generasi muda berpindidikan ini akan membantu masyarakat lebih iklusif untuk maju bersama..

“Kami bangga mendukung entrepreneuship Program, yang memberdayakan generasi muda untuk mencapai potensi maksimal mereka.”ujarnya

Zurich Entrepreneurship Program diluncurkan perdana pada pertengahan 2022 lalu. Program ini untuk mendorong generasi muda menciptakan peluang ekonomi.

Para siswa dilatih berbagai cara menjalankan dan menciptakan peluang dalam berbisnis.

Mereka diajak membentukan usaha mikro dan pemberdayaan keterampilan masa depan yang esensial.

Pada tahun pertama, lebih dari 1.900 siswa SMA dan SMK telah mencapai pemahaman yang lebih baik dalam mewujudkan ide bisnisnya.

Mereka mampu membuat keputusan finansial dan memitigasi risiko, serta merancang strategi pengembangan karier.

Hasilnya, 30 bisnis baru berhasil dibentuk dan mengkontribusikan total pendapatan bisnis hingga Rp 200 juta pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Academic Advisor and Operations Counsel Prestasi Junior Indonesia Robert Gardiner mengatakan, program ini juga diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan