JABAR EKSPRES – Dalam perkembangan terbaru terkait perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin, Duta Besar Amerika Serikat untuk Peradilan Pidana Global, Beth Van Schaack, telah mengungkapkan pandangannya.
Ia menilai bahwa peluang untuk menangkap Vladimir Putin akan sulit diwujudkan selama Putin masih memegang jabatan kepemimpinan di Kremlin.
Beth Van Schaack, yang merupakan perwakilan resmi dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, berbicara mengenai isu ini setelah perintah penangkapan terhadap Putin dikeluarkan oleh ICC pada Maret lalu.
Baca Juga:Puan Maharani Serukan Pentingnya Naik Transportasi Publik untuk Terwujudnya Ekonomi HijauPrabowo Subianto Ungkapkan Janji Bawa Indonesia Menjadi Lebih Baik Jika Terpilih Menjadi Presiden 2024
Kekebalan ini memberikan perlindungan hukum yang signifikan kepada Putin, sehingga sulit untuk mengambil tindakan hukum terhadapnya selama ia masih menjabat sebagai kepala negara.
Pandangan Schaack ini merefleksikan kompleksitas dinamika hukum internasional dan kebijakan diplomasi yang mempengaruhi upaya hukum terhadap pemimpin negara yang sedang menjabat.
Menurut Dr. Melissa Shaack, hal ini tidak berarti bahwa upaya penyelidikan terhadap Putin sepenuhnya tertutup.
Dalam wawancaranya, Shaack menjelaskan bahwa investigasi terhadap kasus ini masih bisa dimulai tanpa mengabaikan fakta bahwa Putin adalah seorang kepala negara.
Dia menekankan bahwa langkah awal yang bisa diambil adalah menyiapkan dakwaan terhadap Putin dan sekaligus melakukan penyelidikan terhadap individu-individu lain dalam rantai komando yang terlibat.
