JABAR EKSPRES – Sebagai penghormatan yang menyentuh bagi seorang perintis astronomi Turki, Google Doodle hari ini memperingati pencapaian luar biasa Nuzhet Gokdogan, yang dikenal luas sebagai salah satu astronom perempuan paling awal di Turki.
Lahir pada tanggal 14 Agustus 1910 di Istanbul, Nuzhet Gokdogan menunjukkan bakat yang luar biasa dalam hal bahasa sejak usia dini, menguasai bahasa Prancis, Jerman, dan bahasa ibunya, Turki.
Perjalanan akademisnya membawanya ke Universitas Lyon di Prancis, di mana ia menempuh pendidikan sarjana di bidang matematika.
Baca Juga:Daftar Partai Pendukung Prabowo Subianto, Persaingan Pilpres 2024 Sudah Mulai MemanasBencana Kebakaran Terburuk dalam Sejarah Hawaii, Lebih dari 61 Korban Tewas di Maui
Didorong oleh hasrat yang tak tergoyahkan untuk astronomi, Gokdogan memanfaatkan keahliannya untuk memberikan dampak yang mendalam pada pendidikan.
Dia naik ke posisi terhormat sebagai profesor madya di Institut Astronomi di Fakultas Sains Universitas Istanbul.
Masuknya beliau ke dalam institusi ini menandai titik penting, karena sebagian besar kurikulum disampaikan dalam bahasa asing, termasuk bahasa Inggris dan Jerman.
Dengan memanfaatkan kecakapan linguistiknya, Gokdogan melangkah maju untuk menjembatani kesenjangan ini, dengan mahir menerjemahkan materi kuliah dan menghasilkan enam buku teks komprehensif yang mencakup topik-topik mulai dari Mekanika Benda Langit hingga Astronomi Bola.
Pada tahun 1937, kehebatan akademis Gokdogan terkristalisasi dalam disertasi terobosannya tentang materi gelap antarbintang yang melingkupi matahari, sebuah tonggak sejarah yang membuatnya meraih gelar Ph.D.
