Jabarekspres.com, BOGOR– Menjelang pemilu tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Bogor berencana mendorong beberapa persen Dana Desa digunakan untuk kepentingan yang berkaitan dengan pemilihan umum.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor Renaldi Yushab Fiansyah mengaku akan mendorong hal tersebut pada anggaran di tahun 2024.
Ia menjelaskan, untuk anggaran tersebut bersifat anggaran pembantu untuk kepentingan pemilu di desa-desa.
Baca Juga:Miris! Pos Sektor Damkar Cileunyi Nebeng di Garasi 4×4 Meter, Tak Ada ToiletPenggunaan Sepeda Listrik di Jalan Raya Kota Bandung Dilarang! Lho, Kenapa?
“Mudah-mudahan secepatnya pemerintah pusat memberikan sinyal dari pos (anggaran) apa, untuk penguatan anggaran yang sifatnya hanya membantu. Kita setuju itu karena kegiatan kepemiluan di Desa pasti perlu dukungan anggaran,”paparnya.
Sebelumnya , Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan menyarankan penggunaan anggaran Covid-19 sudah tidak lagi dipakai di pemerintahan tingkat desa.
“Nah, wacana, karena status bencana Covid-19 sudah dicabut. Di tahun politik ini mudah-mudahan usulan ini bisa jadi pembahasan di Pusat,” kata Iwan usai melakukan rapat dengan KPU dan PPK se-Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.
Kata Iwan Setiawan, anggaran yang dialokasikan 8 persen untuk penanganan Covid-19 di Desa itu, bisa digunakan atau dialihkan untuk sosialisasi kepemiluan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa tersebut.
“Bisa jadi solusi untuk pendanaan sampai tingkat desa melalui 8 persen untuk penanganan Covid-19 itu, kan udah dicabut berarti tahun ini mudah-mudahan bisa digeser untuk penanganan sosialisasi kepemilikan di Desa,” pungkasnya.
