JABAR EKSPRES — Ribuan santri Pesantren Buntet padati area GOR Mbah Muqoyyim, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon pada Selasa, 1 Agustus 2023. Mereka mendatangi GOR Mbah Muqoyyim untuk mendengarkan seminar nasional, yang dibawakan oleh Bakal Calon Presiden Ganjar Pranowo.
Kedatangan Ganjar disambut antusias ratusan santri Pesantren Buntet. Mereka memadati GOR Mbah Muqoyyim Ponpes Buntet sejak sore hingga malam hari.
Bukan hanya di dalam GOR Mbah Muqoyyim pemandangan, kepadatan santri juga terlihat di halaman Pesantren Buntet.
Baca Juga:Hingga Kini, DPRD Jabar Masih Belum Tentukan Usulan PJ GubernurTekan Potensi Kenaikan, UPTD Puskesmas Paseh Gelar Acara Gebyar Cegah Stunting Bersama 56 Posyandu
Sedikitnya ada 3 titik layar lebar yang sengaja dipasang, dua layar berada di samping kanan dan kiri GOR Mbah Muqoyyim, satu layar lainnya berada di luar area GOR.
Tidak luput para ibu-ibu ikut meramaikan seminar nasional, yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Haul Almarhumin Sesepuh aldan warga pondok Buntet Pesantren 2023/1445 H.
Ganjar Pranowo mengisi pada hari pertama rangkaian kegiatan Haul Ponpes Buntet, Seminar nasional tersebut membahas tentang Transformasi dan Penguatan Pendidikan Karakter di Pesantren dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Saat memasuki GOR Mbah Muqoyyim, Bakal Calon Presiden Ganjar Pranowo menyapa santri dengan lambaian tangan dan lemparan senyuman.
Dikatakan Ganjar Pranowo, seminar yang dibawakannya membahas soal pendidikan bagi generasi yang akan membangun bangsa.
“Kita dialog tentang pendidikan, saya senang, karena ada dua perempuan penanya, yang sekolah madrasah pengetahuannya sangat luas,” jelasnya.
Dari keduanya, Ganjar Pranowo menilai bahwa generasi penerus bangsa perlu dibentuk sejak dini, bukan hanya soal pengetahuan akan tetapi membahas soal Indonesia kedepan.
Baca Juga:Rembug Stunting, Upaya Perumusan Penyelesaian Masalah StuntingTekan Angka Stunting Hingga 14 Persen, Pemkot Bandung Masifkan Kolaborasi dan Sosialisasi di Masyarakat
“Anak-anak muda ini masih generasi gen Z ini, sudah memiliki optimisme membangun pendidikan kesetaraan perempuan, dan dia sekolah, memiliki mimpi Indonesia di masa depan,” ungkapnya.
Dia mengapresiasi kedua penanya tersebut, sebelum menutup percakapannya, masing-masing penanya diberi hadiah berupa smartphone.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sesepuh YLPI Buntet Pesantren KH. Adib Rofiuddin, Ketua YLPI Buntet Pesantren KH. Salman Al Farisi, dan jajaran Pengasuh YLPI Buntet Pesantren KH. Tajudin Zen, KH. Subkhi Mutaad, KH. Wawan Arwani, KH. Aris Nimatullah, KH. Ade Nasihul Umam. (Mg7)
