Cacing Purba Kembali Hidup Setelah 46.000 Tahun Membeku

Cacing purba berhasil di hidupkan kembali setelah tidur 46 ribu tahun
Cacing purba berhasil di hidupkan kembali setelah tidur 46 ribu tahun / grid.id
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebuah cacing purba berhasil di hidupkan kembali setelah 46.000 tahun membeku di lapisan permafrost Siberia.

Cacing tersebut telah di beri nama Panagrolaimus kolymaensis dan sebelumnya belum pernah di ketahui oleh dunia ilmiah.

Cacing gelang ini merupakan salah satu dari sedikit organisme yang mampu bertahan hidup dalam lingkungan ekstrem selama waktu yang sangat lama.

Baca Juga:Kementerian ESDM Mengatur Tarif Pengisian Baterai Mobil Listrik di SPKLUMobil Dinas Pajero dengan Pelat Polisi Viral karena Berkendara Ugal-Ugalan, Hampir Kecelakaan dengan Stargazer

Mereka dapat memasuki keadaan yang di sebut kriptobiosis, di mana semua proses metabolisme terhenti sampai kondisi lingkungan mereka membaik.

Dalam kondisi ini, organisme dapat bertahan tanpa air, oksigen, tahan suhu tinggi, kondisi pembekuan, dan lingkungan yang sangat asin.

Cacing ini mampu menghasilkan gula yang di sebut trehalose, yang memungkinkan mereka bertahan dari pembekuan dan dehidrasi.

Dengan demikian, cacing ini mampu hidup kembali setelah puluhan ribu tahun membeku di permafrost.

Teymuras Kurzchalia, salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penemuan ini, menggambarkan temuan ini sebagai “besar”.

Setelah cacing di cairkan, para ilmuwan menggunakan analisis radiokarbon dari bahan tanaman dalam sampel untuk menentukan bahwa cacing ini belum mencair selama 45.839 sampai 47.769 tahun yang lalu, tepatnya pada akhir zaman Pleistosen.

Awalnya, para ilmuwan tidak yakin apakah cacing ini merupakan spesies yang sudah di kenal atau tidak.

Baca Juga:Krisis Utang BUMN Aset Istaka Karya Dilelang untuk Bayar Vendor UMKMSodetan Ciliwung Proyek Mangkrak 6 Tahun Kini Diresmikan oleh Jokowi untuk Atasi Banjir

Namun, analisis genetik yang di lakukan di Dresden dan Cologne, Jerman, akhirnya membuktikan bahwa cacing ini adalah spesies baru.

0 Komentar