JABAR EKSPRES – Parkir Masjid Al Jabbar sempat “dikelola” oleh Panser. Yakni kumpulan jukir dari warga sekitar yang dibentuk atas inisiatif dari LPM Cimincrang.
Ketua LPM Cimincrang Yusuf Irawan menceritakan, Panser lahir sesaat setelah dibukanya Masjid Al Jabbar untuk umum. Waktu itu pengelolaan parkir, pedagang kaki lima, hingga lalu lintas masih semrawut.
Yusuf juga mengakui bahwa saat itu Panser kemudian mengeluarkan karcis parkir. Itu untuk mencegah masyarakat yang bukan warga sekitar turut menarik parkir di kawasan masjid. Harganya juga lebih besar dari ketentuan dalam plang yang kini ada di Masjid Al Jabbar. Sebagaimana temuan dari Jabar Ekspres beberapa waktu lalu. “Bus Rp 50 ribu, Elf Rp 20 ribu, kalau motor seikhlasnya,” cetusnya.
