5 Kasus Penistaan Al-Qur’an yang Pernah Terjadi di Berbagai Negara

5 Kasus Penistaan Al-Qur'an yang Pernah Terjadi di Berbagai Negara
Ilustrasi: Wikimedia Commons
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dunia Islam sepakat bahwa kasus aksi pembakaran dan injak Al-Qur’an merupakan bentuk penistaan Al-Qur’an.

Setelah sebelumnya melakukan aksi pembakaran Al-Qur’an, Salwan Momika kini telah berulah lagi yaitu menginjak-injak Al-Qur’an di depan kedutaan Irak. Aksi-aksi ini tentunya merupakan praktik dari islamofobia.

“Membakar Alquran adalah tindakan kebencian yang berbahaya, dan manifestasi Islamofobia yang memicu kekerasan dan menghina agama, dan sama sekali tidak dapat dianggap sebagai bentuk kebebasan berekspresi,” kata Kementerian Luar Negeri Yordania, dikutip oleh JabarEkspres.com dari TRT World.

Baca Juga:Buntut Aksi Pembakaran Hingga Injak Al-Qur’an di Swedia, Kantor Kedutaan Swedia di Irak Dibakar MassaHonda Supra X 125 Matic, Motor Cekatan dengan Bahan Bakar Irit!

Islamofobia sering kali muncul karena ketidaktahuan, pemahaman yang salah, atau pandangan yang sempit terhadap Islam.

Dengan kata lain, kasus penistaan terhadap umat Muslim tidak hanya terjadi kali ini saja. Kasus tersebut merupakan salah satu di antara sekian banyak kasus penistaan.

Ini menyebabkan kemarahan di dunia Muslim dan protes di berbagai negara.

Banyak orang Muslim dianggap bahwa kartun tersebut sebagai penistaan terhadap Nabi dan Al-Qur’an.

Insiden Penistaan di Norwegia (2019)

Pada tahun 2019, Raja Norwegia Harald V menyampaikan pidato di atas tron dengan menampilkan lukisan karya seorang seniman Norwegia berjudul “Surga” yang menggambarkan orang-orang dari berbagai agama dan keyakinan, termasuk orang Muslim, sedang berenang di laut yang berisi halaman Al-Qur’an.

Alasannya adalah dugaan penistaan terhadap Al-Qur’an dan Nabi Muhammad. Insiden ini memicu debat dan protes terkait isu penistaan agama di Pakistan.

0 Komentar