Darurat Krisis Iklim! 60 Ribu Orang di Eropa Meninggal Akibat Cuaca Panas Ekstrem

Darurat Krisis Iklim! 60 Ribu Orang di Eropa Meninggal Akibat Cuaca Panas Ekstrem
Ilustrasi: Needpix
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Krisis iklim berupa cuaca panas menyengat telah menyebabkan 60 ribu orang di Eropa meninggal di tahun 2022.

Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan pentingnya keseriusan mitigasi atas krisis iklim yang sedang terjadi saat ini.

Pada Selasa, 18 Juli 2023, Direktur Regional WHO untuk Eropa Hans Kluge menyebut bahwa kematian akibat krisis iklim cuaca panas ini meningkat dari tahun ke tahun.

Baca Juga:Kondisi Masinis dalam Kecelakaan Kereta di Semarang, Sudah Dilarikan ke Rumah SakitKronologi Kecelakaan Kereta di Semarang, Saksi Mata dalam Kereta: Terdengar Benturan!

Hans Kluge meminta kepada masyarakat untuk lebih sering memeriksa laporan cuaca, mengikuti panduan setempat, dan mencari tahu tentang risiko kesehatan dari otoritas berwenang dan kredibel.

“Selain beradaptasi dengan realitas baru kita pada musim panas ini, kita harus melihat tahun-tahun dan dekade mendatang,” tambahnya, dikutip dari ANTARA.

Hans Kluge juga berseru kepada anak-anak muda untuk terlibat aktif dalam memerangi krisis iklim sekarang ini.

Ini berdampak pada meningkatnya suhu secara signifikan di berbagai belahan dunia. Berikut ini adalah penjelasan singkat, padat, dan jelas tentang cuaca panas ekstrem dalam konteks krisis iklim:

Cuaca panas ekstrem adalah kondisi suhu yang jauh di atas rata-rata yang berlangsung dalam periode yang panjang.

Ini terjadi karena peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, seperti karbon dioksida, metana, dan nitrat oksida, yang menyebabkan peningkatan efek rumah kaca dan mempercepat pemanasan global.

0 Komentar