Tobat Ekologi Pengusaha Tambang KBB, Bekas Galian Didorong Jadi Ekoeduwisata

Pemerintah pusat dan daerah serta pengusaha tambang saat menandatangani 8 komitmen tobat ekologi di Kawasan Wi
Pemerintah pusat dan daerah serta pengusaha tambang saat menandatangani 8 komitmen tobat ekologi di Kawasan Wisata Stone Garden Citatah, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Para pengusaha tambang di kawasan Cipatat-Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menyatakan Tobat Ekologi sebagai bentuk komitmen memperbaiki pengelolaan lingkungan di tengah aktivitas pertambangan yang terus berjalan.

Komitmen tersebut dituangkan melalui Fakta Integritas Bersama Tobat Ekologi yang ditandatangani dalam kegiatan Konservasi Fair di Lapangan Parkir Stone Garden, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Senin (10/8/2026).

Penandatanganan komitmen melibatkan unsur Gerak Bersama Jaga Bumi (GBJB), Himpunan Pengusaha, Pekerja, dan Masyarakat Tambang (HP2MT), Kecamatan Cipatat, Pemerintah Desa Gunungmasigit, serta Forum RW Desa Gunungmasigit.

Baca Juga:Viral Ibu Muda Ngamuk di SPBU Cipatujah, Polisi Ungkap Fakta di Balik Antrean Jeriken BBMKemarau Makin Mengering, Petugas Kembali Salurkan 12.000 Liter Air Bersih ke Dua Desa di Tasikmalaya

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua HP2MT Cipatat-Padalarang Taofik E Sutaram, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Diaz Faisal Malik Hendropriyono, dan Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail.

Dalam fakta integritas tersebut, para pihak mengakui bahwa aktivitas industri dan pertambangan memiliki peran penting terhadap perekonomian serta mata pencaharian masyarakat. Namun, kegiatan tersebut harus tetap memperhatikan daya dukung lingkungan, kesehatan masyarakat, keselamatan pekerja, keberlanjutan sumber daya alam, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat setelah aktivitas pertambangan berakhir.

Ketua HP2MT Cipatat-Padalarang, Taofik E Sutaram, mengatakan istilah Tobat Ekologi menjadi penanda adanya kesadaran dari para pelaku usaha untuk memperbaiki pola pengelolaan kawasan tambang dan industri.

“Ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin membangun kesadaran dan komitmen bersama bahwa aktivitas ekonomi tetap berjalan, tetapi lingkungan juga harus dijaga dan dipulihkan,” kata Taofik, Selasa (11/8/2026).

Ia mengatakan, para pelaku usaha bersama masyarakat dan pemerintah sepakat membangun pola hubungan baru agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, namun persoalan lingkungan mendapat perhatian serius.

“Ekonomi tetap bergerak, masyarakat harus sejahtera, investasi terus tumbuh, tetapi semuanya harus dilakukan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Itu yang ingin kami bangun melalui Tobat Ekologi,” ujarnya.

Salah satu poin penting dalam komitmen tersebut adalah pemulihan lingkungan di kawasan industri dan pertambangan. Upaya itu dilakukan melalui pendekatan pencegahan, pemulihan, pengawasan, serta evaluasi secara bersama.

Baca Juga:Biarkan Hati Bicara Makin Bikin Penasaran, Kisah Cinta Arina dan Dua Saudara Penuh Konflik

Selain itu, kawasan bekas tambang didorong untuk ditransformasikan menjadi kawasan ekoeduwisata. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka sumber ekonomi baru bagi masyarakat ketika aktivitas pertambangan berkurang atau berakhir.

0 Komentar