JABAR EKSPRES – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Anom Kota Banjar bergerak cepat menanggapi musibah kebakaran yang melanda pemukiman padat penduduk di Lingkungan Cimenyan, Kelurahan Mekarsari, Kota Banjar, pekan lalu.
Tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, perusahaan pelat merah ini juga mengeluarkan kebijakan khusus berupa keringanan dan penundaan tagihan air bagi para korban yang merupakan pelanggan setia mereka.
Direktur Perumdam Tirta Anom, E. Fitrah Nurkamilah, secara langsung memimpin tim menuju lokasi kejadian untuk meninjau dampak kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan tahap awal kepada warga yang tertimpa musibah.
Baca Juga:Pemkab Ciamis Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, 123 KK di Banjarsari Terdampak Krisis AirPerumda Tirta Anom Perbaiki Pipa Bocor di Banjar, Sejumlah Wilayah Alami Gangguan Pasokan Air
Dalam kunjungannya belum lama ini, ia menyatakan bahwa perhatian utama perusahaan saat ini adalah memastikan akses air bersih dan keringanan beban administrasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
“Kami hadir tidak hanya sebagai penyedia air minum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Banjar yang merasakan duka atas peristiwa ini. Langkah ini adalah bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian kami kepada pelanggan setia yang telah bersama kami sejak tahun 2004 dan 2017,” ujar Fitrah Nurkamilah, Selasa (11/8/2026).
Perumdam Tirta Anom menyerahkan sejumlah bantuan yang dinilai sangat krusial bagi kebutuhan dasar para pengungsi. Bantuan tersebut meliputi paket sembako untuk kebutuhan pangan harian, bantuan uang tunai untuk meringankan kebutuhan mendesak, serta pasokan air minum dalam kemasan (AMDK) produk Tirta Anom untuk menjamin ketersediaan air bersih yang aman dikonsumsi selama masa darurat.
Selain bantuan fisik, kebijakan yang paling dinantikan oleh warga adalah terkait administrasi tagihan air bersih. Fitrah menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan tiga poin kebijakan khusus bagi rumah tangga korban kebakaran.
Pertama, penundaan atau pemundaan tagihan bulanan untuk memberikan ruang napas finansial bagi warga yang sedang berjuang memulihkan kondisi ekonominya.
Kedua, penerjunan tim teknis untuk melakukan perbaikan terhadap saluran pipa dan infrastruktur air yang rusak akibat panas dan proses pemadaman kebakaran.
Ketiga, komitmen perusahaan untuk melakukan aktivasi ulang sambungan air secara langsung tanpa prosedur birokrasi yang berbelit, begitu warga menyatakan kesiapan untuk membangun kembali huniannya.
