JABAR EKSPRES – Pemprov Jawa Barat berupaya untuk menekan dampak kemarau. Salah satunya dengan distribusi air bersih ke masyarakat.
Setidaknya sudah 8,7 juta liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat yang kekurangan air saat musim kemarau. Distribusi itu tercatat hingga 10 Agustus ini.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Teten Ali menjelaskan, distribusi air itu menyebar ke 23 Kota Kabupaten. Terutama daerah yang mengalami kekurangan air bersih karena kekeringan.
Baca Juga:Kemarau Makin Mengering, Petugas Kembali Salurkan 12.000 Liter Air Bersih ke Dua Desa di TasikmalayaBiarkan Hati Bicara Makin Bikin Penasaran, Kisah Cinta Arina dan Dua Saudara Penuh Konflik
Jika dirincikan, ada 3 wilayah yang mendapat distribusi air bersih terbanyak. Yaitu Kabupaten Bekasi 3,8 juta liter, Kabupaten Bogor 1,5 liter dan Kabupaten Karawang 595.000 liter. “Itu tiga wilayah terbanyak, ” katanya, Selasa (11/8).
Teten menjelaskan, besaran distribusi air itu tentu tidak sembarangan. Tapi ada beberapa pertimbangan yang dilakukan untuk menyalurkan air bersih. Salah satunya adalah besaran jumlah penduduk yang terdampak.
Misalnya di Kabupaten Bekasi, jumlah warga terdampak kekeringan sumber air sebanyak 44.892 orang. Mereka berada di sembilan kecamatan. Sementara, di Kabupaten Bogor sebanyak 170.892 orang di 30 kecamatan yang terdampak kekeringan sumber air.
Sedangkan warga di Kabupaten Karawang yang mengalami kekeringan sumber air sebanyak 27.553 orang di lima kecamatan. Jumlah – jumlah itulah yang jadi perhatian.
Total warga terdampak kekeringan sumber air di Jawa Barat sebanyak 450.383 orang yang terdiri dari 140.765 kepala keluarga. Mereka berada di 153 kecamatan di 334 kelurahan/ desa.
Teten menjelaskan, bantuan air bersih itu adalah hasil kolaborasi juga antara BPBD Jawa Barat dengan Kota Kabupaten. Termasuk dari Baznas, PDAM hingga komunitas. (son)
