Waspada! Potensi Hujan Terjadi hingga Pekan Depan, Begini Penjelasan BMKG

Suasana Hujan di Simpang Lima Kota Bandung.
Ilustrasi: Kondisi lalu lintas di Simpang Lima, Kota Bandung usai diguyur hujan deras. (Foto: Yanuar Bastawa/JE)
0 Komentar

Ayu menerangkan, kondisi hujan tinggi yang terjadi dalam sepekan di beberapa wilayah Indonesia ini, lebih signifikan dipicu oleh adanya aktifitas gelombang atmosfer di sekitar maritim kontinen

“MJO, gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin merupakan fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya pola konvektifitas,” terangnya.

Selain itu, ujar Ayu, fenomena dinamika atmosfer dapat menimbulkan potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah fase aktif yang dilewatinya.

Baca Juga:Belum Serius, Gerindra Depok Ajak Kaesang Main Ke DepokSebagai Generasi Muda, Gerindra Dukung Kaesang Maju di Kota Depok

“Fenomena MJO dan gelombang Kelvin bergerak dari arah barat ke timur, yaitu dari wilayah Samudera Hindia ke arah Samudera Pasifik dan melewati wilayah Indonesia dengan siklus pergerakan sekitar 30-40 hari pada MJO,” ujarnya.

“Sedangkan pada Kelvin dalam skala yang relatif lebih cepat, yaitu harian,” tambah Ayu.

Sebaliknya, Fenomena Gelombang Rossby bergerak dari arah timur ke barat, yaitu dari arah Samudera Pasifik ke arah Samudera Hindia dengan melewati wilayah Indonesia.

Sama halnya seperti MJO maupun Kelvin, ketika Gelombang Rossby aktif di wilayah Indonesia maka dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan dan secara tidak langsung berdampak pada peningkatan curah hujan secara signifikan di beberapa wilayah indonesia.

“Terkait hal tersebut, BMKG menghimbau kepada warga masyarakat terdampak hujan, terutama di wilayah yang masuk area bahaya, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan upaya mitigasi terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sekitarnya,” pungkas Ayu. (bas)

0 Komentar