JABAR EKSPRES – Polemik Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun masih bergulir. Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) melakukan langkah mitigasi.
Seperti diketahui bahwa polemik Ponpes Al Zaytun disebut-sebut ada unsur penyimpangan agama. Bahkan isu mencuat bahwa Ponpes yang dipimpin Panji Gumilamg tersebut terafiliasi NII KW 9 yang diduga sebagai cikal bakal terorisme. Sehingga, BNPT dan Kemenag berkoordinasi terkait hal itu.
Lebih lanjut Rycko menjelaskan bahwa Kemenag tetap akan melakukan penindakan administrasi terhadap Ponpes Al Zaytun. Namun, dia juga memastikan pendidikan santri tetap berjalan.
“Intinya, proses pendidikan masih berjalan,” katanya melanjutkan.
Baca Juga:Pilu! Gegara Tak Punya Biaya Pemakaman, Ayah di Tangerang Masukan Jenazah Bayi ke Freezer Selama 2 HariSeorang Ayah di Tangerang Masukan Jenazah Bayi ke Freezer, Polisi Ungkap Alasannya
Diberitakan sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin menyebut ada sejumlah alternatif untuk penanganan Ponpes Al Zaytun. Salah satunya kemungkinan tidak dibubarkan, namun akan dilakukan pembinaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Wapres usai acara Forum CSR Indonesia di Soehanna Hall, Jakarta The Energy Building SCBD, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Juli 2023.
“Ya pertama kan dari aspek pelanggaran, sekarang sedang diproses untuk Panji Gumilangnya,” kata Ma’ruf Amin.
Ma’ruf Amin mengatakan, memang ada beberapa masukan dari masyarakat agar pesantren Al Zaytun dibubarkan. Namun, pemerintah saat ini masih mempertimbangkan terkait nasib para santri.
