Pilu! Gegara Tak Punya Biaya Pemakaman, Ayah di Tangerang Masukan Jenazah Bayi ke Freezer Selama 2 Hari

Ilustrasi. Ayah di kawasan Ciledug, Kota Tangerang masukan jenazah bayi ke freezer lantaran tak memiliki biaya untuk pemakaman sang anak. Pixabay/Rainer_Maiores.
Ilustrasi. Ayah di kawasan Ciledug, Kota Tangerang masukan jenazah bayi ke freezer lantaran tak memiliki biaya untuk pemakaman sang anak. Pixabay/Rainer_Maiores.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ayah di kawasan Ciledug, Kota Tangerang, Banten masukan jenazah bayi ke dalam freezer. Berdasarkan pengakuannya, ia tidak memiliki biaya untuk pemakaman sang anak.

Seperti diketahui bahwa beredar kabar bahwa seorang ayah di Kota Tangerang tersebut berinisial S (40). Ia terpaksa harus memasukan jenazah bayi ke dalam freezer di rumahnya karena terbentur biaya pemakaman.

Hal tersebut dibenaekan oleh Kapolsek Ciledug, AKP Dorisha Suryo. Ia mengatakan bahwa pihaknya mendapat kabar tersebut kemudian melakukan pengecekan.

Baca Juga:Seorang Ayah di Tangerang Masukan Jenazah Bayi ke Freezer, Polisi Ungkap AlasannyaFakta Baru Al Zaytun Terkuak, PPATK Ungkap Panji Gumilang Miliki 6 Nama dan 256 Rekening

“Alasan S, memasukkan jenazah ke dalam freezer karena melihat jenazah dikeluarkan dari pendingin di RS. Jenazah dimasukkan ke dalam freezer dari jam 8 malam,” katanya.

Dorisha menjelaskan bahwa S juga mengakui tindakannya menyimpan jenazah bayinya lantaran tidak memiliki biaya untuk pemakaman.

S pun kemudian dibantu oleh aparat setempat, S mengurus surat kematian dan menguburkan bayinya.

“Keterangan dari S, dia tidak punya biaya dan tidak ada keluarga di Ciledug,” kata Kapolsek Ciledug, AKP Dorisha Suryo saat dikonfirmasi, dikutip JabarEkspres.com dari PMJ News pada Rabu, 5 Juli 2023.

“Sehingga bayi dimasukkan ke freezer dulu sambil menunggu membuat surat kematian di kelurahan untuk dimakamkan di TPU Selapajang sekitar pukul 11 siang,” katanya, memungkasi.

Hingga saat ini, kabar mengenai S yang nekat memasukan jasad bayi ke dalam freezer di rumahnya tersebut menyita perhatian publik. (*)

0 Komentar