Rayakan Idul Adha di Masjid Niujie, Beijing Tanpa Hewan Kurban

Rayakan Idul Adha di Masjid Niujie, Beijing Tanpa Hewan Kurban
Rayakan Idul Adha di Masjid Niujie, Beijing Tanpa Hewan Kurban
0 Komentar

Tidak heran jika Anda melihat antrean panjang pembeli setiap hari di depan restoran, toko kelontong, dan supermarket di Jalan Niujie.

Dengan model bangunan tradisional Cina, masjid yang didominasi oleh batu bata merah dengan dua menara seperti kuil ini pernah menjadi tempat beribadah Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada tahun 2000 dan Joko Widodo pada tahun 2017.

Dikunjungi oleh presiden, Niujie menjadi salah satu tujuan wisata. Dari Indonesia saat bepergian ke Beijing.

Baca Juga:Sweden Opens Hate Speech Probe After Quran BurningsTelkom Melalui Nuon Perkuat Sinergi dengan PFN Dukung Digitalisasi Ekosistem Film dan Konten Indonesia

Para pemimpin negara Islam lainnya juga pernah mengunjungi Masjid Niujie sebagai bagian dari kunjungan kenegaraan ke China.

Hal ini tentu saja berarti bahwa popularitas wilayah ini, yang dianggap sebagai etalase bagi dunia Muslim Tiongkok, menjadi semakin nyata.

Ketika jam menunjukkan pukul 09:00 waktu setempat (08:00 WIB), lonceng berdentang, diikuti dengan lantunan takbir oleh para muadzin yang berdiri di serambi masjid.

Di sebelah menara utara, berdiri sekelompok imam berjubah putih dan bersorban. Tak lama kemudian, mereka berjalan beriringan di atas karpet merah menuju bangunan utama masjid.

Sekitar 1.000 jamaah memadati bangunan utama, aula masuk, koridor dan halaman selama satu setengah jam.

Salah satu imam menyampaikan khotbah dalam bahasa Mandarin tentang hikmah Idul Adha selama kurang dari setengah jam.

Salat Idul Adha, ritual utama dari rangkaian Idul Adha, berlangsung pada pukul 09:00.
30:00 waktu setempat (08:00)

Baca Juga:Optimis Jabar Gelar Event Fornas VII 2023, Denda Alamsyah Cek Kesiapan VenueKetua MUI Sebut Idul Adha Menjadi Momen Teladan Ketaatan dan Pengorbanan

30 GMT) yang dipimpin oleh imam lain. Setelah itu, khotbah Idul Adha dibacakan dalam bahasa Arab dan berlangsung sekitar 20 menit. Dari segi jumlah, jumlah jamaah Idul Adha di Masjid Niujie mungkin setara atau bahkan lebih tinggi dari sebelum pandemi COVID-19.

Pada Idul Adha 2021, salat Idul Adha akan dilaksanakan di masjid berkapasitas sekitar 1.000 orang, dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, dan semua jamaah dengan hasil tes swab (PCR) yang negatif. Bahkan ada permintaan.

Namun, selama Idul Adha pada tahun 2022, salat Idul Adha di masjid akan ditiadakan. Hal yang sama juga terjadi di masjid-masjid lain di Beijing, karena pemerintah setempat telah menutup akses ke berbagai area pada saat itu.

0 Komentar