JABAR EKSPRES – Belum lama ini kabar pengkhianatan pasukan Rusia terhadap Vladimir Putin tengah menjadi perbincangan hangat.
Presiden Rusia Vladimir Putin mendapatkan perselisihan dari kelompok paramiliter Wagner.
Adapun kelompok paramiliter Wagner ini dipimpin oleh Yevgeny Prigozhin, yang juga sebelumnya berada dalam barisan Moskow dalam menggempur Kyiv.
Pengkhianatan dimulai ketika Prigozhin mengklaim beberapa kali bahwa Moskow tidak lagi memberi asupan senjata di medan perang.
Baca Juga:5 Kejahatan Politik yang Mesti Kamu Ketahui, Apakah Selamanya Politik Itu Kejam?Ganjar Pranowo Serukan Ambisi Raih Kemenangan Hattrick Kepada Seluruh Kader PDIP di Pemilu 2024
Hubungan pasukan Wagner dan Moskow pun jadi semakin menegang usai Prigozhin menuding pasukan Rusia telah menyerang bawahannya.
Kendati demikian, Rusia membantah tudingan Prigozhin tersebut dan seketika mengeluarkan arahan penangkapan terhadap Prigozhin.
Kabar tersebut tentu saja mendapatkan respons dari pucuk pimpinan Ukraina, yakni Volodymyr Zelenskyy.
Lebih lanjut, Zelenskyy menyebut bahwa apa yang ia terima dari pasukan Wagner merupakan konsekuensi karena telah menjerumuskan ribuan orang ke medan perang.
“Pada akhirnya (Putin) membarikade dirinya sendiri di wilayah Moskow dari orang-orang yang dia persenjatai sendiri,” ungkapnya.
Ia percaya bahwa pada akhirnya Putin pun akan mendera kehancuran seandainya ia terus menggempur Ukraina.
“Semakin lama Rusia mempertahankan pasukan dan tentara bayarannya di tanah kami, semakin banyak kekacauan, rasa sakit, dan masalah yang akan dialaminya sendiri nanti,” pungkasnya.
